"Karena manajemen kebanyakan berurusan dengan statusquo dan kepemimpinan
kebanyakan berurusan dengan perobahan, maka pada abad mendatang kita harus
lebih mampu dalam mencetak pemimpin-pemimpin. Tanpa pemimpin yang cukup
jumlahnya, visi, komunikasi dan pemberdayaan yang menjadi jantung
perobahan, secara sederhana dapat dikatakan tidak akan cukup cepat untuk
memuaskan kebutuhan dan harapan."

Nah, kalau memang bung dave masih berminat menghadapkan management dengan
leadership, juga melongok lebih jauh kedalam TT-leadership-nya bung Aswat,
maka sepenggal frasa John Kotter itu rasanya dapat menjadi pemicu awal
untuk membuka wacana diskusi umum.

Yap
(mari kita hayoo)

====================================
Maaf bung Yap, baru sekarang saya bisa membalas respond topik ini, karena
kemarin-kemarin masih
konsen sama kasus BB sih...
Sebelum dimulai, saya mohon maaf terlebih dahulu kalau posting ini terkesan
 asal-asalan saja, mohon
dimaklumi bahwa saya bukan seorang yang pintar-pintar amat dalam ilmu
management ( ip saya masih
dalam kategori nasakom = nasib satu koma.. hihihi), hanya saja saya butuh
pencerahan (minjem kata-
kata salah seorang netter disini) mengenai ilmu management dan leadership
yang semakin berkembang
luas dewasa ini.

pendapat saya begini bung Yap,

saya mencoba memulai diskusi ini dari kata-kata : Tanpa pemimpin yang cukup
 jumlahnya, visi, ........
tidak akan cukup cepat untuk memuaskan kebutuhan dan harapan.

saya mencoba melihat memuaskan kebutuhan dan harapan, dimana untuk
pencapaian kebutuhan dan
harapan, bukan saja leadership yang dibutuhkan dalam arti kata, bukan hanya
 ilmu-ilmu atau pendekatan
kepemimpinan yang selamanya dipakai, tapi pendekatan ilmu-ilmu manajemen
juga harus diterapkan
disini, terutama sekali dari teori 4 W 1 H yang menjadi panutan seluruh
buku-buku manajemen profesional
yaitu who, what, when, where, and How jelas-jelas sekali sangat dibutuhkan
supaya pencapaian kebutuhan
dan harapan dari organisasi yang dipimpinnya dapat tercapai secara
maksimal.

Jadi prinsipnya, saya masih menginginkan penggabungan antara leadership dan
 management pada
sisi manusianya, tanpa management yang baik seseorang tidak akan mungkin
menjadi leader yang baik,
sebaliknya tanpa leadership yang baik, seorang manager tidak akan mungkin
menjadi leader yang baik.

bagaimana  ?

regards..

- dave -
(masih perlu banyak belajar soal management dan lainnya..)



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke