Nggak dua duanya. Itu cuma jurus kepepet.
Yap
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Transformational Leadership
>Date: Mon, 13 Sep 1999 19:04:32 +0700
>
>Habibie baru saja berpidato bahwa Indonesia menyerahkan sepenuhnya kepada
>PBB mengenai siapa yang akan dikirim sebagai peace keeping force di Timtim.
>
>Dari berita TV saya memperoleh informasi bahwa peace keeping force itu akan
>terdiri dari Portugal, Ausralia, Canada, dan Amarika Serikat.
>
>Keputusan Habibie adalah keputusan seorang pemimpin atau seorang manajer
>pemerintahan sebuah negara?
>
>��
>
>
>----- Original Message -----
>From: <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 13 September 1999 12:02
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Transformational Leadership
>
>
>
>"Karena manajemen kebanyakan berurusan dengan statusquo dan kepemimpinan
>kebanyakan berurusan dengan perobahan, maka pada abad mendatang kita harus
>lebih mampu dalam mencetak pemimpin-pemimpin. Tanpa pemimpin yang cukup
>jumlahnya, visi, komunikasi dan pemberdayaan yang menjadi jantung
>perobahan, secara sederhana dapat dikatakan tidak akan cukup cepat untuk
>memuaskan kebutuhan dan harapan."
>
>Nah, kalau memang bung dave masih berminat menghadapkan management dengan
>leadership, juga melongok lebih jauh kedalam TT-leadership-nya bung Aswat,
>maka sepenggal frasa John Kotter itu rasanya dapat menjadi pemicu awal
>untuk membuka wacana diskusi umum.
>
>Yap
>(mari kita hayoo)
>
>====================================
>Maaf bung Yap, baru sekarang saya bisa membalas respond topik ini, karena
>kemarin-kemarin masih
>konsen sama kasus BB sih...
>Sebelum dimulai, saya mohon maaf terlebih dahulu kalau posting ini terkesan
> asal-asalan saja, mohon
>dimaklumi bahwa saya bukan seorang yang pintar-pintar amat dalam ilmu
>management ( ip saya masih
>dalam kategori nasakom = nasib satu koma.. hihihi), hanya saja saya butuh
>pencerahan (minjem kata-
>kata salah seorang netter disini) mengenai ilmu management dan leadership
>yang semakin berkembang
>luas dewasa ini.
>
>pendapat saya begini bung Yap,
>
>saya mencoba memulai diskusi ini dari kata-kata : Tanpa pemimpin yang cukup
> jumlahnya, visi, ........
>tidak akan cukup cepat untuk memuaskan kebutuhan dan harapan.
>
>saya mencoba melihat memuaskan kebutuhan dan harapan, dimana untuk
>pencapaian kebutuhan dan
>harapan, bukan saja leadership yang dibutuhkan dalam arti kata, bukan hanya
> ilmu-ilmu atau pendekatan
>kepemimpinan yang selamanya dipakai, tapi pendekatan ilmu-ilmu manajemen
>juga harus diterapkan
>disini, terutama sekali dari teori 4 W 1 H yang menjadi panutan seluruh
>buku-buku manajemen profesional
>yaitu who, what, when, where, and How jelas-jelas sekali sangat dibutuhkan
>supaya pencapaian kebutuhan
>dan harapan dari organisasi yang dipimpinnya dapat tercapai secara
>maksimal.
>
>Jadi prinsipnya, saya masih menginginkan penggabungan antara leadership dan
> management pada
>sisi manusianya, tanpa management yang baik seseorang tidak akan mungkin
>menjadi leader yang baik,
>sebaliknya tanpa leadership yang baik, seorang manager tidak akan mungkin
>menjadi leader yang baik.
>
>bagaimana ?
>
>regards..
>
>- dave -
>(masih perlu banyak belajar soal management dan lainnya..)
>
>
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!