Setelah awak pikir-pikir ada benarnya juga milis dibawah ini.
Untuk itu saya menghimbau "Hentikan Nasionalisme Sempit"
dan "Jangan gadaikan masa depan bangsa dengan aksi murahan bercap
Nasionalis" yang hanya buang-buang energy/waktu saja.....!

Saya tadinya merenung, khan yang paling banter menentang kedatangan pasukan
asing awalnya adalah militer, padahal militer adalah biang dari segala
kerusuhan, nha apa sekarang gue mesti mendukung "pembunuh rakyat, pemerkosa
hak-hak hidup rakyat dan perusuh bangsa" ini .......?  bikin demo/action
segala, apalagi pake acara sandera/menduduki kantor orang bule segala.....?
(yang ini ada di Balikpapan). Ini mah namanya dikadalin sama militer.

(Pagi tadi gua baca pihak militer/habibie malah sudah menerima kenyataan
bahwa PKF akan dikomandoi ustrali = militer/habibie jancuk, sesudah
memprovokasi massa sekarang dia sok "act as a wise guy").

Paijo Yangbodo
(lagi benci sama militer sekarang, dan yang menyerukan "hai rakyat jangan
mudah diprovokasi sama kadal militer/pemimpin ular")

> ----------
> From:         Sudarisman, Anton (KPC)[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Subject:      Stop nasionalisme sempit! 
> 
> Permasalahan Timor-timor semakin dipojokkan dari 
> tragedi kemanusiaan, ke nasionalisme picik yg
> mengabaikan hak kemerdekaan dan derita orang lain.
> 
> Untuk itu, saya prihatin dan menyerukan: Stop
> proses pembusukan moral ini! Jangan biarkan
> para bandit seolah menjadi pahlawan. Jangan biarkan
> dunia mencibir kita karena kebiadaban massal kita!
> 
> Dengan ini saya menyerukan,
> 
> 1. Stop seluruh tindakan bernuansa nasionalisme
> picik, yg justru mengaburkan tragedi kemanusiaan
> di Timtim (tambahan: Ambon, Acheh dan Irian) yang 
> seharusnya lebih mendapat perhatian 
> kita. Arahkan kekuatan moral bangsa untuk membatu
> mereka yg menderita.
> 
> 2. Stop provokasi, baik massal maupun individual
> (penyebaran e-mail berbau provokasi, rumor, dll), 
> yang  akan membawa dampak kerugian ekonomis (penu-
> tupan ekspor, perusahaan,dll), politis (Indonesia se-
> makin terisolasi dan kekacauan akan mengundang
> campurtangan militer,dll.), dan psikologis (permusuhan) 
> yang akan membuat menderita mereka yang tak berdosa.
> 
> 
> 3. Lindungi semua warga negara asing yg tinggal di
> sekitar kita. Tunjukkan bahwa sebagai bangsa yang besar,
yang berbudi luhur dan berjiwa besar, warga negara Indonesia 
akan tetap bersahabat dan rasional, dan menjunjung tinggi etika hidup
berbangsa dan bernegara.

> ***********
> 
> Pagi ini saya diberitahu, seluruh warga Australi di 
> Indonesia mulai dipulangkan. Hal ini untuk 
> mengantisapasi sentimen yg kini tengah berkembang, 
> atau bahkan mungkin berakibat perang beneran antara
> milisi dan pasukan multinasional yg bisa terjadi di Timor-timur.
> 
> Pada saat yang sama, saya mendengar kemarin terjadi  
> unjuk rasa cukup besar di beberapa kota:
> Surabaya, Jakarta, Balikpapan/Samarinda,
> Ujung Pandang utk menentang kehadiran pasukan asing, khusus
> nya Australia.
> 
> Bahkan, diberitakan unjuk rasa telah disertai
> pengerusakan. Di Jakarta, Surabaya, dan Balikpapan
> beberapa kantor perusahaan  menjadi sasaran
> pengerusakan dan ancaman. 
> 
> Stop semua itu! Mari kita kembali memikirkan
> mereka yang teraniaya dan kelaparan! 
> 
> 
> Sangatta, 16 September 1999
> 
> Anton S
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









Kirim email ke