SETUJUUUUUUUUUUU; semoga TUHAN menyentuh hatinurani pimpinan militer
Indonesia!
----- Original Message -----
From: Sambodo, Prijo (KPC) <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 16 September 1999 15:50 PM
Subject: [Kuli Tinta] Stop nasionalisme sempit!


> Setelah awak pikir-pikir ada benarnya juga milis dibawah ini.
> Untuk itu saya menghimbau "Hentikan Nasionalisme Sempit"
> dan "Jangan gadaikan masa depan bangsa dengan aksi murahan bercap
> Nasionalis" yang hanya buang-buang energy/waktu saja.....!
>
> Saya tadinya merenung, khan yang paling banter menentang kedatangan
pasukan
> asing awalnya adalah militer, padahal militer adalah biang dari segala
> kerusuhan, nha apa sekarang gue mesti mendukung "pembunuh rakyat,
pemerkosa
> hak-hak hidup rakyat dan perusuh bangsa" ini .......?  bikin demo/action
> segala, apalagi pake acara sandera/menduduki kantor orang bule
segala.....?
> (yang ini ada di Balikpapan). Ini mah namanya dikadalin sama militer.
>
> (Pagi tadi gua baca pihak militer/habibie malah sudah menerima kenyataan
> bahwa PKF akan dikomandoi ustrali = militer/habibie jancuk, sesudah
> memprovokasi massa sekarang dia sok "act as a wise guy").
>
> Paijo Yangbodo
> (lagi benci sama militer sekarang, dan yang menyerukan "hai rakyat jangan
> mudah diprovokasi sama kadal militer/pemimpin ular")
>
> > ----------
> > From: Sudarisman, Anton (KPC)[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Subject: Stop nasionalisme sempit!
> >
> > Permasalahan Timor-timor semakin dipojokkan dari
> > tragedi kemanusiaan, ke nasionalisme picik yg
> > mengabaikan hak kemerdekaan dan derita orang lain.
> >
> > Untuk itu, saya prihatin dan menyerukan: Stop
> > proses pembusukan moral ini! Jangan biarkan
> > para bandit seolah menjadi pahlawan. Jangan biarkan
> > dunia mencibir kita karena kebiadaban massal kita!
> >
> > Dengan ini saya menyerukan,
> >
> > 1. Stop seluruh tindakan bernuansa nasionalisme
> > picik, yg justru mengaburkan tragedi kemanusiaan
> > di Timtim (tambahan: Ambon, Acheh dan Irian) yang
> > seharusnya lebih mendapat perhatian
> > kita. Arahkan kekuatan moral bangsa untuk membatu
> > mereka yg menderita.
> >
> > 2. Stop provokasi, baik massal maupun individual
> > (penyebaran e-mail berbau provokasi, rumor, dll),
> > yang  akan membawa dampak kerugian ekonomis (penu-
> > tupan ekspor, perusahaan,dll), politis (Indonesia se-
> > makin terisolasi dan kekacauan akan mengundang
> > campurtangan militer,dll.), dan psikologis (permusuhan)
> > yang akan membuat menderita mereka yang tak berdosa.
> >
> >
> > 3. Lindungi semua warga negara asing yg tinggal di
> > sekitar kita. Tunjukkan bahwa sebagai bangsa yang besar,
> yang berbudi luhur dan berjiwa besar, warga negara Indonesia
> akan tetap bersahabat dan rasional, dan menjunjung tinggi etika hidup
> berbangsa dan bernegara.
>
> > ***********
> >
> > Pagi ini saya diberitahu, seluruh warga Australi di
> > Indonesia mulai dipulangkan. Hal ini untuk
> > mengantisapasi sentimen yg kini tengah berkembang,
> > atau bahkan mungkin berakibat perang beneran antara
> > milisi dan pasukan multinasional yg bisa terjadi di Timor-timur.
> >
> > Pada saat yang sama, saya mendengar kemarin terjadi
> > unjuk rasa cukup besar di beberapa kota:
> > Surabaya, Jakarta, Balikpapan/Samarinda,
> > Ujung Pandang utk menentang kehadiran pasukan asing, khusus
> > nya Australia.
> >
> > Bahkan, diberitakan unjuk rasa telah disertai
> > pengerusakan. Di Jakarta, Surabaya, dan Balikpapan
> > beberapa kantor perusahaan  menjadi sasaran
> > pengerusakan dan ancaman.
> >
> > Stop semua itu! Mari kita kembali memikirkan
> > mereka yang teraniaya dan kelaparan!
> >
> >
> > Sangatta, 16 September 1999
> >
> > Anton S
> >
> >
> >
>
>


----------------------------------------------------------------------------
----


> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke