GOD is ONLY ONE! But man has given MANY NAMES and MANY FORMS and WITHOUT
NAME and WITHOUT FORM.
Yang penting kelakuan dan ucapan : mengabdi atau malahan mengacau!
Biarlah masyarakat luas yang menilai.
J.Sujanto
----- Original Message -----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta List <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 16 September 1999 0:59 AM
Subject: [Kuli Tinta] Fw: Tulis surat ke NEWS CENTER!]


> Maaf, jadi saya post ke milis. Setelah beberapa kali japri ke yang
> bersangkutan, tetapi tidak bisa masuk. Karena itu, saya post ke milis,
> mudah-mudahan yang bersangkutan dapat membacanya.
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> _________________________________________________
> E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Visit http://come.to/forma-kub
>
> -----Original Message-----
> From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
> To: asngali <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 14 September 1999 23:34
> Subject: Re: [Fwd: [pk-timur] Re: [Kuli Tinta] [KMNU-List] [pk-timur]
> [is-lam] Tulis surat ke NEWS CENTER!]
>
>
> >Terimakasih...
> >
> >Saya menghargai perhatian anda atas pesan yang saya sampaikan. Saya
pikir,
> >kita harus berhenti saling menuduh. Jika terjadi di Ambon demikian, tentu
> >hal itu dengan alasan apapun (apalagi alasan agama) tidak dibenarkan.
Saya
> >pikir, kalau terus terjadi tuduh-menuduh, hal itu tidak akan selesai.
> >Seperti juga saya menolak tuduhan bahwa umat Islam membantai orang
Katholik
> >di Timtim, saya juga menolak anggapan dan tuduhan bahwa umat Islam ikut
> >serta dalam aksi pembakaran ratusan Gereja di Tasikmalaya, Situbondo,
dll.
> >Saya katakan, itu bukan konflik agama, karena kentara sekali keterlibatan
> >orang di luar daerah itu dan juga kesengajaan militer untuk tidak sigap
> >(seakan-akan membiarkan). Saya melihat ada hidden agenda di balik isu
> >pertentangan agama itu.
> >
> >Syukurlah kalau umat Islam selalu sabar. Itulah yang diharapkan. Tetapi,
> >saya harap hal itu dikatakan bukan pula sebagai apologi. Sudah seharusnya
> >kita meningkatkan solidaritas kita sebagai sesama manusia. Saya
menghargai
> >manusia Indonesia, bangsa Indonesia, yang selalu sabar didera kekerasan
> oleh
> >negara. Kalau manusia Indonesia tidak sabar, negara ini sudah porak
> poranda.
> >Mari kita peduli Timtim, tanpa harus karena kita orang Katholik. Mari
kita
> >peduli Aceh, tanpa harus karena kita orang Islam. Mari kita peduli
> kekerasan
> >di Ambon, karena yang dibantai di sana adalah manusia. Dengan dasar
> >kemanusiaan, kita bisa menolak kekerasan; kita harus solider siapapun dan
> >apapun agama korbannya serta kita harus mengutuk siapapun dan apapun
agama
> >pelakunya.
> >
> >Saya pikir, sebagai intelektual, anda dan saya memegang peranan penting
> >untuk penyadaran kemanusiaan. Kalau kita terus menerus harus dipisahkan
> oleh
> >sekat-sekat agama, suku dan ras, maka yang akan mendapat keuntungan
adalah
> >para penguasa rejim. Solidaritas sesama manusia, itu harus kita galakkan,
> >untuk mencapai Indonesia yang baru; damai, adil dan berkemakmuran.
> >
> >Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> >Mhs. FEUI
> >_________________________________________________
> >E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> >Visit http://come.to/forma-kub
> >
> >-----Original Message-----
> >From: asngali <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> >Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> >Date: 15 September 1999 9:02
> >Subject: [Fwd: [pk-timur] Re: [Kuli Tinta] [KMNU-List] [pk-timur]
[is-lam]
> >Tulis surat ke NEWS CENTER!]
> >
> >
> >>Selamat pagi.
> >>Saya senang kalau orang nasrani memang seperti anda, tapi kenyataannya
> >>????
> >>Anda tahu peristiwa Bosnia, Timor Timur dan sekarang kalau anda ingin
> >>bukti anda boleh pergi ke Ambon bahwa perintah pembantaian itu
> >>diperintahkan dari menara-menara gereja dengan diiringi lagu-lagu rohani
> >>mereka persis seperti di bosnia.
> >>Sedangkan umat Islam selalu sabar.
> >>
> >>Harap di perhatihan dan di buktikan !!!
> >>Terimakasih.
> >>
> >>
> >
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke