Jika melihat filsafat mbak Mega mempergunakan "middle path", selalu berusaha
mencari "jalan tengah" dalam mencari solusi problem partainya dan masalah
nasional.
Sikap demikian pada dasarnya adalah sangat baik. Akibat praktisnya adalah
dirasakan lamban bereaksi dan tidak tegas, terutama dalam situasi di mana
harus mengambil sikap yang tegas dan cepat. "Irama" aksi-reaksi menjadi
lamban sekali. Sebagai akibatnya : rakyat menjadi kurang/tidak sabar.
Memang sikap " to minimize the maximum  bad risk" serta "maximize the
minimum good risk" adalah sikap yang "pinter"; tapi kadang-kadang ( setelah
dinilai matang betul ), harus berani mengambil keputusan yang cepat!
Timingnya harus segera berdasarkan "sasaran sedang lemah dan bingung."
Reformasi tidak mungkin (setelah melihat perkembangan sejak Mei 1998 sampai
sekarang) diselesaikan dengan cara alon-alon; harus dengan tegas, karena
kekuatannya ada. Dalam ABRIpun masih banyak yang mempergunakan hatinuraninya
( berarti sungguh-sungguh bersikap bersatu dengan rakyat); sehingga
kemungkinan sangat besar bahwa nanti dalam MPR, suara fraksi ABRI dan Utusan
Daerah diberikan kepada mbak Mega sebagai Presiden dan Wakil ABRI menjadi
Wakil Presiden; sehingga kemungkinan pula lima tahun mendatang Wakil ABRInya
bisa terpilih sebagai Presiden (menggantikan mbak Mega) yang telah dapat
bersikap seperti masyarakat madani.

Nah, "pengantar" tsb. sekedar untuk menilai sikap Kwik Kian Gie sebagai
jajaran pimpinan di DPI-P dibawah mbak Mega.
Semoga bermanfaat,
J.Sujanto
Wartawan Politik di jaman Bung Karno
yang bertugas di Istana, Parlemen dan Pejambon (Departemen Luar Negeri)
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 19 September 1999 5:44 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Berdebat Dengan Baramuli; Kwik: Itu Rendahkan
Martabat Saya


> Kwik dikenal dengan analisis-2 nya yang cukup tajam dan dan lugas. Dalam
kasus
> BB, sebagai salah satu pemain dilapangan mestinya dia tidak hanya melempar
bola
> tapi juga harus "menggoceknya" bersama pamain lain dengan kompak, sampai
goal.
>
> Salam-imam
>
>
>
>
> bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> on 09/19/99 12:54:13 AM
>
> Please respond to [EMAIL PROTECTED]
>
> To:   [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
>       [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> cc:    (bcc: Imam Sujanmo)
> Subject:  [Kuli Tinta] Berdebat Dengan Baramuli; Kwik: Itu Rendahkan
Martabat
>       Saya
>
>
>
>
>
>
> Berita ini menarik untuk ditelaah.
>
> Apakah Kwik cs begitu yakin bahwa
> Baramuli cs memang bersalah, dan
> yakin bahwa tidak ada yang 'membeli'
> semua ucapan dan sanggahannya ?
>
> Yang pasti kebenaran adalah akan
> tetap menjadi kebenaran.
>
>
> Salam,
> bRidWaN
>
> http://www.detik.com/berita/199909/19990918-1858.htm
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke