----- Original Message ----- From: �� <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: Wahana <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 19 September 1999 8:51 AM Subject: Re: [Kuli Tinta] Berdebat Dengan Baramuli; Kwik: Itu Rendahkan Martabat Saya-MBAK MEGA HARUS TEGAS. > Pak Janto, Bung Ridwan, Bung Imam, dan netters, > > Sejak Baramuli mencuatkan Edy Tansil, sebenarnya sudah banyak yang > mengatakan ia sebagai maling teriak maling [sebelum maret 98]. Debat fakta > dan logika terjadi namun hasilnya? Sekarang bahkan dengan terang-terangan > berbagai media menulis mengenai kredit macet dalam bisnis dia. Fakta > tergelar namun kita tetap tidak berdaya. > > Bahkan di layar RCTI pun ia masih mengelak terhadap fakta yang disodorkan > dan fakta itu juga dilihat oleh pemirsa. Ia bahkan mengajak pemuda dan mhs > untuk menghancurkan mereka yang berusaha untuk memperbesar kasus Bank Bali, > padahal fakta mengenai kasus Bank Bali sudah tergelar demikian jelas > tergambar alur permasalahannya. [lihat pula posting Bung Totot]. > > Nah, ketika ruang sudah tidak lagi tersedia bagi fakta dan logika untuk > mengambil tempat maka apakah ada gunanya debat atau diskusi dilakukan? > Bayangkan, Baramuli telah berani dengan kepercayaan diri yang luar biasa > menyangkal fakta yang telah diterima sebagai sebuah kebenaran publik. > Persoalannya kini memang sudah menyangkut wilayah publik seperti Norrsy > mengatakan. > > Dalam situasi seperti ini dan waktu tinggal 1 bulan serta masalah DN dan LN > berkaitan dengan masalah Timtim semakin beat, sebenarnya apa sih peran yang > bisa dimainkan oleh PDIP? PEOPLE'S POWER, BUNG RIDWAN!!! > > �� > (senang mempunyai sohib net -> sendiri dalam keramaian) > > ----- Original Message ----- > From: J.Sujanto <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Cc: Wahana <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: 19 September 1999 07:33 > Subject: Re: [Kuli Tinta] Berdebat Dengan Baramuli; Kwik: Itu Rendahkan > Martabat Saya-MBAK MEGA HARUS TEGAS. > > > Jika melihat filsafat mbak Mega mempergunakan "middle path", selalu berusaha > mencari "jalan tengah" dalam mencari solusi problem partainya dan masalah > nasional. > Sikap demikian pada dasarnya adalah sangat baik. Akibat praktisnya adalah > dirasakan lamban bereaksi dan tidak tegas, terutama dalam situasi di mana > harus mengambil sikap yang tegas dan cepat. "Irama" aksi-reaksi menjadi > lamban sekali. Sebagai akibatnya : rakyat menjadi kurang/tidak sabar. > Memang sikap " to minimize the maximum bad risk" serta "maximize the > minimum good risk" adalah sikap yang "pinter"; tapi kadang-kadang setelah > dinilai matang betul ), harus berani mengambil keputusan yang cepat! > Timingnya harus segera berdasarkan "sasaran sedang lemah dan bingung." > Reformasi tidak mungkin (setelah melihat perkembangan sejak Mei 1998 sampai > sekarang) diselesaikan dengan cara alon-alon; harus dengan tegas, karena > kekuatannya ada. Dalam ABRIpun masih banyak yang mempergunakan hatinuraninya > ( berarti sungguh-sungguh bersikap bersatu dengan rakyat); sehingga > kemungkinan sangat besar bahwa nanti dalam MPR, suara fraksi ABRI dan Utusan > Daerah diberikan kepada mbak Mega sebagai Presiden dan Wakil ABRI menjadi > Wakil Presiden; sehingga kemungkinan pula lima tahun mendatang Wakil ABRInya > bisa terpilih sebagai Presiden (menggantikan mbak Mega) yang telah dapat > bersikap seperti masyarakat madani. > > Nah, "pengantar" tsb. sekedar untuk menilai sikap Kwik Kian Gie sebagai > jajaran pimpinan di DPI-P dibawah mbak Mega. > Semoga bermanfaat, > J.Sujanto > Wartawan Politik di jaman Bung Karno > yang bertugas di Istana, Parlemen dan Pejambon (Departemen Luar Negeri) > ----- Original Message ----- > From: <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: 19 September 1999 5:44 AM > Subject: Re: [Kuli Tinta] Berdebat Dengan Baramuli; Kwik: Itu Rendahkan > Martabat Saya > > > > Kwik dikenal dengan analisis-2 nya yang cukup tajam dan dan lugas. Dalam > kasus > > BB, sebagai salah satu pemain dilapangan mestinya dia tidak hanya melempar > bola > > tapi juga harus "menggoceknya" bersama pamain lain dengan kompak, sampai > goal. > > > > Salam-imam > > > > > > > > > > bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> on 09/19/99 12:54:13 AM > > > > Please respond to [EMAIL PROTECTED] > > > > To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > [EMAIL PROTECTED], > > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] > > cc: (bcc: Imam Sujanmo) > > Subject: [Kuli Tinta] Berdebat Dengan Baramuli; Kwik: Itu Rendahkan > Martabat > > Saya > > > > > > > > Berita ini menarik untuk ditelaah. > > > > Apakah Kwik cs begitu yakin bahwa > > Baramuli cs memang bersalah, dan > > yakin bahwa tidak ada yang 'membeli' > > semua ucapan dan sanggahannya ? > > > > Yang pasti kebenaran adalah akan > > tetap menjadi kebenaran. > > > > > > Salam, > > bRidWaN > > > > http://www.detik.com/berita/199909/19990918-1858.htm > ! > > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________________________________ > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; > Bergabung: [EMAIL PROTECTED] > Keluar: [EMAIL PROTECTED] > > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > > > > > > ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
