> ----------
> From:         adidjoko[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Friday, September 24, 1999 10:09 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [Kuli Tinta] encoding
> 
> Sekedar ikutan ya mas, 
> mohon di del saja bila kurang bermutu..
> terimaksaih 
> 
> Saya melihat perubahan yang di-iginkan masyarakat saat ini semuanya sangat
> baik, tetapi yang namanya perubahan tentu membutuhkan waktu. Waktu inilah
> sebenarnya yang perlu di pertimbangkan. Set time atau time schedule
> perubahan yang diinginkan oleh kita dan para penyelenggara negara ini yang
> diperlukan untuk dirembuk bukan mengulur- ulur seperti kasus-kasus yang
> marak saat ini.
> 
> Philsafat nenek moyang kita sebenarnya cukup bagus untuk dilaksanakan,
> kalau kita dan penyelenggara Negara mau menerima pepatah atau philasfat
> ini" duduk sama redah berdiri sama tinggi"
> 
> Agar supaya hal diatas bisa dilaksanakan ada theory kuno yang saya pikir
> sangat cocok untuk dipertimbangkan dalam kehidupan kita sebagai warga
> Negara atau sebagai penyelengara negara yaitu :
> 
> 1. Allah (Menomor satukan ALLAH didalam tatanan kehidupan kita dan yang
> ini harus diutamakan dari yang lain)
> Sebelum bertindak kita menyadari bahwa ada ALLAH yang maha tahu, pengasih
> dan penyayang yang harus diutamakan diatas segala yang ada di bumi ini.
> 
> 2. Negara(Menempatkan kepentingan Penyelenggraan Negara yang paling utama
> dibandingkan kepentingan pribadi dan golongan dan harus didasari atas Ke
> TUHANAN (1)
> 
> 3. Keluarga.
> 
> 4. Pekerjaan
> 
> 5. Lain- lain (Kehidupan sosial, budaya, hiburan, ketenangan dan lain
> lain)  
> 
> Saya melihat bahwa tidak tuntasnya perubahan yang ada saat ini, karena
> kita, terutama penyelenggara NEGARA INI masih banyak yang mengutamakan
> Kelompoknya, Keluarganya dan lain- lain lebih penting dari nomor 1, 2.
> Akhirnya batas kejujuran/ kebohongan, kebenaran/ kelaliman menjadi kabur,
> menghalalkan cara untuk mencapai keinginannya.Kalau ini masih tetap
> bertahan waktu untuk perubahan itu akan semakin panjang dan Dis-integrasi
> bangsa akan cepat bergulir lebih cepat dari perubahan yang kita inginkan.
> 
Terima kasih.



> saya yakin bahwa dalam diri tni sendiri ada keinginan perubahan-perubahan
> baru disesuaikan dengan kondisi kemajuan jaman dan kondisi bangsa
> indonesia
> sendiri.
> 
> justru masyarakat seharusnya bersama tni selalu mengadakan dialog bahwa
> kekersan bukan jamnnya lagi untuk dijadikan alat untuk memaksakan kehendak
> pemerintah terhadap kehendak masyarakat secar total.
> 
> memang sedih bila bayangkara negara ini selama 5 tahun ini selalu menjadi
> pokok permasalahan .
> 
> semoga jajaran tni dan elite poltik harus ada kerja sama , tinggalkan
> budaya
> menjauhi masyarakat......................bukankah banyak  tenaga
> profesional
> di tni yg bisa mendeteksi apakah sebenarnya keinginan masyarakat
> sebenarnya
> terhadap kondisi bangsa ini ????
> -----Original Message-----
> From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 23 September 1999 19:09
> Subject: [Kuli Tinta] encoding
> 
> 
> >Netter Yth,
> >
> >Kalau kita mengikuti diskusi, seminar, atau dialog Mayjend
> >Sudradjat, tampaknya beliau masuk dalam kategori orang langka di
> >jajaran pimpinan TNI. Kemampuan verbal, penguasaan dirinya bahkan
> >melampaui atasannya Wiranto. Dalam dialog pagi ini 23/9/99 07.15
> >di ANTV Sudradjat agak mempengaruhi persepsi saya mengenai PKB.
> >Agak sarkastis, namun kalau mengikuti Wiranto selama ini melalui
> >media masa, belum tentu Wiranto sebaik Sudradjat untuk encoding
> >masalah potensial yang dihadapi TNI dan kosep-konsep dasar serta
> >filosofi  penyelesaiannya. Kita bisa membandingkan video klip
> >Wiranto ketika menghadapi peristiwa Trisakti dengan Sudradjat
> >ketika menghadapi masalah Timtim.
> >
> >Disamping Bambang Y, Sudradjat mulai menampakkan sosok TNI yang
> >berbeda dibanding para seniornya.  Adakah rekan-rekan yang
> >bersedia memberi pencerahan?
> >
> >salam
> >��
> >
> >
> >______________________________________________________________________
> >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> >dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> >Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> >Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke