Diperairan Timor.

Sebuah komunikasi radio antar kapal perang Indonesia dan Australia:

KRI: �Tolong geser arah anda keselatan 15 derajat untuk menghindari tabrakan 
kapal kita�.
HMAS: �Anda yang harus bergeser arah keutara 15 derajat supaya nggak 
tabrakan�
KRI:�Menurut peraturan pelayaran international, Anda yang harus mengubah 
arah. Tolong cepat lakukan�
HMAS:�Ini kapal perang terbesar Australia, mengemban missi PBB, didukung 
tiga destroyer, tiga penjelajah dan puluhan kapal pendukung. Semuanya 
berpeluru kendali. Cepatlah minggir.�
KRI:�Baiklah pak. Saya minggir��

Di RS Pertamina.

Baramuli tergolek diranjang akibat rekomendasi Pansus, ditunggui sanak 
kerabatnya diluar ruangan. Tiba-tiba dokter keluar dari pintu dan para sanak 
kerabat mengerumuninya.
�Saya membawa kabar buruk� ujar dokter dengan sendu,�Satu satunya harapan 
bagi orang yang Anda kasihi ini hanya dengan transplantasi otak� dokter diam 
sejenak � masih mengandung risiko karena rendah keberhasilannya. Disini ada 
persediaan otak, tetapi harus dibayar�
�Berapa emang harganya?� tanya salah satu kerabat.
�Otak wanita 200 juta, otak pria 500 juta� jawab dokter.
Mat Pithi nyelonong :�Lha kalau otak bedhes?�

Diruang Jampidsus.

�Baiklah. Dari hasil pemeriksaan ini Saudara Baramuli ternyata tidak 
bersalah, karena tidak cukup bukti perbuatan pidana� kata Jampidsus 
mengakhiri pemeriksaan.
�Apa saya bilang?� jawab Baramuli spontan, �Saya memang tidak salah. Masak 
saya yang kerja keras mulai menyusun rencana, mempertemukan orang orangnya,  
sampai menghadapi wartawan dan DPR, dan cuma kebagian 5 milyar saja kok mau 
dianggap salah. Yang bodoh saya atau mereka?�
Sebulan kemudian, dipengadilan, komentar Baramuli itu menjadi satu satunya 
dasar keputusan hakim untuk mengirim dia ke Cipinang 15 tahun�.

Di Pengadilan.

Terdakwa Baramuli duduk dengan percaya diri.
�Saudara terdakwa, apakah benar Saudara menyuruh Novanto mengembalikan dana 
ke BI?�
�Benar. Ya cuma itu.�
�Apakah benar Saudara menyampaikan Surat Bantahan RR kepada Presiden?
�Benar. Ya cuma itu.�
Apakah benar Saudara menyuruh Kim Johanes mendatangi RR?�
�Benar. Ya cuma itu.�
�Apakah benar Saudara menjanjikan penghentian penyidikan RR?�
�Benar. Ya cuma itu.�
�Apakah benar Saudara memimpin pertemuan dihotel Mulia?�
�Benar. Ya cuma itu.�
�Apakah benar Saudara menekan Menkeu untuk mencairkan tagihan BB?�
�Benar. Ya cuma itu.�
�Apakah benar Saudara menjanjikan Saudara Pande Lubis untuk menggantikan 
Saudara Glenn Yusuf?�
�Benar. Ya cuma itu.�
�Apakah benar Saudara mengatur pembagian uang perolehan EGP?�
�Benar. Ya cuma itu.�
�Apakah benar Saudara mengumpulkan uang untuk dikembalikan ke BI?�
�Benar. Ya cuma itu.�
Setelah beberapa pertanyaan dengan jawab yang sama, datanglah hari pembacaan 
vonis.
Faktor yang meringankan : berterus terang.
Faktor yang memberatkan: mempersulit pemeriksaan

Yap

>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke