Teruuuss .... Teruuusss  , jampi stres Bung..

Asyk di milis ini. Kadang serius namun sekonyong-konyong
glowehan...
Guyonan yang terakhir ketawanya setelah mengernyitkan dahi.

Bung Daniel disahutin dong. Anda kan juga jago semelekethe.

----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 27 September 1999 02:36
Subject: [Kuli Tinta] joke lagi aaahhh


Diperairan Timor.

Sebuah komunikasi radio antar kapal perang Indonesia dan
Australia:

KRI: 'Tolong geser arah anda keselatan 15 derajat untuk
menghindari tabrakan
kapal kita'.
HMAS: 'Anda yang harus bergeser arah keutara 15 derajat supaya
nggak
tabrakan'
KRI:'Menurut peraturan pelayaran international, Anda yang harus
mengubah
arah. Tolong cepat lakukan'
HMAS:'Ini kapal perang terbesar Australia, mengemban missi PBB,
didukung
tiga destroyer, tiga penjelajah dan puluhan kapal pendukung.
Semuanya
berpeluru kendali. Cepatlah minggir.'
KRI:'Baiklah pak. Saya minggir.'

Di RS Pertamina.

Baramuli tergolek diranjang akibat rekomendasi Pansus, ditunggui
sanak
kerabatnya diluar ruangan. Tiba-tiba dokter keluar dari pintu dan
para sanak
kerabat mengerumuninya.
'Saya membawa kabar buruk' ujar dokter dengan sendu,'Satu satunya
harapan
bagi orang yang Anda kasihi ini hanya dengan transplantasi otak'
dokter diam
sejenak ' masih mengandung risiko karena rendah keberhasilannya.
Disini ada
persediaan otak, tetapi harus dibayar'
'Berapa emang harganya?' tanya salah satu kerabat.
'Otak wanita 200 juta, otak pria 500 juta' jawab dokter.
Mat Pithi nyelonong :'Lha kalau otak bedhes?'

Diruang Jampidsus.

'Baiklah. Dari hasil pemeriksaan ini Saudara Baramuli ternyata
tidak
bersalah, karena tidak cukup bukti perbuatan pidana' kata
Jampidsus
mengakhiri pemeriksaan.
'Apa saya bilang?' jawab Baramuli spontan, 'Saya memang tidak
salah. Masak
saya yang kerja keras mulai menyusun rencana, mempertemukan orang
orangnya,
sampai menghadapi wartawan dan DPR, dan cuma kebagian 5 milyar
saja kok mau
dianggap salah. Yang bodoh saya atau mereka?'
Sebulan kemudian, dipengadilan, komentar Baramuli itu menjadi
satu satunya
dasar keputusan hakim untuk mengirim dia ke Cipinang 15 tahun..

Di Pengadilan.

Terdakwa Baramuli duduk dengan percaya diri.
'Saudara terdakwa, apakah benar Saudara menyuruh Novanto
mengembalikan dana
ke BI?'
'Benar. Ya cuma itu.'
'Apakah benar Saudara menyampaikan Surat Bantahan RR kepada
Presiden?
'Benar. Ya cuma itu.'
Apakah benar Saudara menyuruh Kim Johanes mendatangi RR?'
'Benar. Ya cuma itu.'
'Apakah benar Saudara menjanjikan penghentian penyidikan RR?'
'Benar. Ya cuma itu.'
'Apakah benar Saudara memimpin pertemuan dihotel Mulia?'
'Benar. Ya cuma itu.'
'Apakah benar Saudara menekan Menkeu untuk mencairkan tagihan
BB?'
'Benar. Ya cuma itu.'
'Apakah benar Saudara menjanjikan Saudara Pande Lubis untuk
menggantikan
Saudara Glenn Yusuf?'
'Benar. Ya cuma itu.'
'Apakah benar Saudara mengatur pembagian uang perolehan EGP?'
'Benar. Ya cuma itu.'
'Apakah benar Saudara mengumpulkan uang untuk dikembalikan ke
BI?'
'Benar. Ya cuma itu.'
Setelah beberapa pertanyaan dengan jawab yang sama, datanglah
hari pembacaan
vonis.
Faktor yang meringankan : berterus terang.
Faktor yang memberatkan: mempersulit pemeriksaan

Yap

>














______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke