salam! waduh... sayang sekali tidak dapat menyaksikan langsung serunya sidang umum dari sini. coba peristiwana se-seru semanggi I atau ricuhnya ambon dan sambas, pasti salah satu chanel NHK atau TV-swasta jepang dengang sukarela menayangkannya setiap jam, seperti kala presiden (mantan) soeharto lengser dulu.... namun kenapa yaaa yang kecil ini selalu membuat sandungan. ibaratnya dulu itu pemilu hingga pencalonan dan pemuilihan caleg adalah peristiwa penampian gabah untuk memilih gabah yang bernas, maka sidang umum ini adalah sarana manifestasi tingkah laku dan "mutu" gabah yang ditampi itu. pada penampian gabah, selalu yang gabuk atau hampa akan ke atas dan mudah ditiup. tetapi ternyata tidak semua gabah bernas saja yang tetap dibawah, dan mereka itu adalah "kerikil". kerikil-kerikil ini sekarang mulai menunjukkan peran dan kemauannya sesungguhnya terhadap negara dan bangsa. dengan berkedok "mewakili"rakyat telah semena-mena menjadikan majelis menjadi ajang debat kusir dan kalau kusir itu adalah kusir grobag, di kampungku disebut dengan istilah "BAJINGAN". dan karena kerikil-kerikil ini telah "ngetop" dengan istilah GUREM, dan gurem adalah serangga yang bisa dibasmi denga obat nyamul.... maka aku jadi ingat iklah tempo dulu.... di TVRI, SEMPROTKAN BAYGON SAYAAAAAANG.... (heheheheee.....) oh negaraku..... salam! mbah soeloyo ------------ (cak gigih, cak yap, mas aswat... bener to goro-gorone saiki iki? tapi sing metu uduk panakawan dan semar melainkan para TOGOG DAN MBILUNG kabeh yang mengiringkan kau BUTA CAKIL sang GENDIR PENJALIN atau KALA GODHAMARGA heheheeee.. bojleng-bojleng iblis laknat pada jeg-jegan.... heheheeee.......) --------dari SUARAMERDEKA OL------------- Alotnya Pembahasan Tatib Debat Kusir Bertele-tele dan Protes Partai Gurem SEJAK menjelang Sidang Umum (SU) MPR, banyak yang memprediksikan sidang akan berlangsung ''seru''. Ini mengingat tidak adanya lagi cengkeraman dari penguasa seperti pada masa pemerintahan Soeharto. Dengan sistem multipartai, membuat komposisi anggota MPR pun bervariasi. Dan tiap-tiap anggota memiliki keberanian menyuarakan pendapatnya, meski terkadang apa yang disuarakan itu bisa dikategorikan ''asbun'' alias asal bunyi. Wakil dari Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) yang mengklaim menjadi juru bicara Partai Nahdlatul Umat (PNU), Partai Daulat Rakyat (PDR), Partai Kebangkitan Umat (PKU), dan Partai Nasional Indonesia (PNI) Front Marhaenis mempersoalkan kenapa partai-partai gurem tidak dilibatkan dalam pembahasan tatib yang disusun oleh tim tujuh (PDI-P, Golkar, PKB, PPP, PAN, PBB, dan PK). ''Meskipun kami kecil, kenapa terus ditinggalkan. Kami juga mewakili rakyat,'' katanya. ----- lainnya dibusek--------- iklan milis: WOJO SETO MAILING LIST langganan: [EMAIL PROTECTED] brenti: [EMAIL PROTECTED] tanya: [EMAIL PROTECTED] dolin: http://www.egroups.com/list/wjseto ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
