Pak Tugiyo...
hehehehehee......Republika...:)

Kenapa sih harus bersama pandang dan pikiran,
berlainan juga boleh dan sah saja, kan ?. 
Hidup ICMI.......loh salah...Hidup Republika ...:)

Bagimana khabar Poros Tengah hari ini ?


Salam,
bRidWaN


At 09:30 AM 10/1/99 +0700, Zaki Tugiyo wrote:
> Lumayan untuk menambah perspektif tentang sidang umum ini, 
> tapi sory bagi yang alergi dengan Koran Republika ya sewaktu2 
> nanti ditampilkan dari Koran Rakyat Merdeka ..... Mereka 
> (pekik dengan suara kencang) ehhh salah harusnya Merdeka ... 
> (sory just kidding)
>
> http://www.republika.co.id/9910/01/25849.htm
> Date: Friday, October 01, 1999 8:56AM
>
>
>Jadwal SU MPR Tim Tujuh dan PDI-P Beda
>
>     JAKARTA -- Ketidakseriusan PDI Perjuangan dalam bepartisipasi aktif
>     di Tim Tujuh Parpol untuk melancarkan SU MPR 1999 terbaca sudah.
>     Mereka ternyata memiliki agenda sendiri khususnya dalam jadwal
>     pelaksanaan SU MPR yang berbeda dengan hasil rumusan Tim Tujuh
>     beberapa hari lalu.
>
>     Kubu PDI-P menginginkan SU MPR berlangsung sekaligus dalam satu
>     tahap, sedangkan Tim Tujuh merekomendasikan dua tahap. Perbedaan
>     ini diperkirakan menjadi perdebatan alot dalam agenda sidang yang
>     dijadwalkan dibahas pada hari ketiga (Ahad, 3/10).
>
>     Menurut Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, yang menjadi
>     koordinator Tim Tujuh, tahap pertama sidang umum akan berlangsung
>     pada 1-3 Oktober dan dilanjutkan sidang-sidang badan pekerja pada
>     5-18 Oktober.
>
>     Sidang Umum tahap kedua, yang agendanya antara lain pemilihan
>     presiden dan wakil presiden serta penetapan GBHN, direncanakan
>     berlangsung pada 22 Oktober sampai dengan 1 November 1999.
>
>     Yusril memperkirakan proses pemilihan presiden baru bisa dilakukan
>     sekitar 29 Oktober 1999. Sebab, lanjutnya, sebelum proses pemilihan
>     presiden terlebih dahulu harus dilakukan penyusunan GBHN.
>
>     Yusril menilai cukup sulit pemilihan presiden dilakukan sebelum
>     penyusunan GBHN. ''Kalau belum ada GBHN, apa yang akan kita
>     mandatkan kepada presiden. Nanti presiden bisa otoriter,''
>     tegasnya. Untuk menghindari kemungkinan tersebut, Yusril tetap
>     berpendapat bahwa pemilihan presiden sebaiknya dilakukan pasca
>     penyusunan GBHN.
>
>     Akan halnya PDI-P menginginkan agar seluruh agenda SU MPR dapat
>     selesai sekaligus dalam satu tahap. ''Masalahnya keadaan negara
>     kita sudah sedemikian terpuruk, kalau dibiarkan terlalu lama
>     penderitaan rakyat akan semakin besar, sehingga kita memilih satu
>     tahap pelaksanaan saja,'' tutur Ketua DPP PDI-P Dimyati Hartono.
>
>     Dalam perspektif PDI-P, sambung Dimyati, memburuknya situasi dan
>     kondisi negara saat ini dengan merosotnya sistem hukum dan keamanan
>     serta ekonomi hingga berakibat pada makin menurunnya kepercayaan
>     dunia internasional, harus segera diakhiri dengan upaya mempercepat
>     pembentukan pemerintahan baru.
>
>     Dimyati menyontohkan, situasi seperti di Timtim, di mana perlakuan
>     bangsa asing kepada Indonesia dirasa sangat menyakitkan, merupakan
>     satu pertanda bahwa citra RI di mata internasional demikian buruk.
>
>     ''Kalau kita mau membangun dalam keadaan citra negara jelek, itu
>     tidak terlalu gampang, untuk itu PDI-P berpendapat perlu secepatnya
>     SU MPR diselesaikan sehingga secepatnya pula Indonesia mendapat
>     suasana baru, sehingga kepercayaan rakyat dan internasional kembali
>     pulih,'' kata Dimyati.
>
>     Secara terpisah, Ketua DPP PAN Amien Rais mengakui bahwa jadwal
>     yang diajukan oleh Tim Tujuh belum tentu disepakati oleh PDI-P yang
>     sudah menyusun agenda sendiri. ''Tapi itu kan ya bisa di-voting,
>     bisa dimusyawarahkan. Nggak ada masalah,'' tandasnya.
>
>     Seperti diketahui, pada dua pekan silam enam pimpinan parpol
>     pengumpul suara besar pada Pemilu 1999 melakukan pertemuan di
>     kediaman deklarator PKB KH Abdurrahman Wahid. Saat itu disepakati
>     pembentukan Tim Tujuh [plus PDI-P yang tidak mengirim wakilnya
>     meski diundang] yang akan membuat tim kecil untuk membahas
>     persoalan-persoalan yang akan dibahas pada SU MPR. Enam parpol
>     lainnya yakni Golkar, PAN, PKB, PPP, PBB, dan PK. Pada beberapa
>     kesempatan PDI-P hanya mengirimkan wakil 'seadanya', bahkan absen
>     pada pertemuan terakhir.
>
>     Fungsionaris PKB, Khofifah Indar Parawansa, yang dihubungi terpisah
>     berpendapat bahwa SU MPR memang harus dipercepat, namun
>     permasalahannya sejauh mana percepatan itu bisa dilakukan.
>
>     Kalau pemilihan presiden harus dilakukan pada tahap pertama,
>     sebagaimana yang dikehendaki PDI-P, menurut Khofifah, berarti MPR
>     memilih presiden yang tidak mendapat mandat resmi MPR. Selain itu,
>     amandemen UUD '45 juga belum sempat dilakukan sehingga ketika
>     presiden terpilih akan menggunakan UUD yang lama, maka hal itu bisa
>     menjadi bumerang karena presiden masih mempunyai hak prerogatif.
>
>     Oleh karena itu, menurut Khofifah, amandemen UUD '45 perlu
>     dilakukan lebih dahulu pada tahap pertama sidang umum, sebelum
>     dilanjutkan dengan pemilihan presiden pada tahap kedua sidang
>     tersebut.
>
>     Sementara itu, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB membaiat anggota
>     DPR/MPR dari partai tersebut yang bakal dilantik hari ini.
>     Pembaiatan itu berisi tentang agar kader PKB selaku warga Nahdliyin
>     konsisten untuk jihad fisabilillah menegakkan kalimat Allah,
>     mematuhi nasihat ulama berdasarkan konsep Islam 'ala (pada)
>     Ahlussunnah Waljama'ah (Aswaja).
>
>     ''Jadi tak benar kalau pembaiatan para anggota legislatif dari PKB
>     ini diarahkan untuk mendukung figur capres tertentu. Orang Islam
>     yang mengerti tak akan membikin penafsiran seperti itu, karena
>     baiat itu berjanji kepada Allah, bukan kepada manusia,'' jelas
>     Wakil Ketua Dewan Syura DPP PKB, KH M Cholil Bisri, kepada
>     Republika semalam.
>
>     Penegasan senada dikemukakan Ketua DPP PKB, Taufiqurrahman SH MSi
>     bahwa sejak Rabu hingga sore kemarin memang berlangsung pembaiatan
>     terhadap seluruh anggota DPR/MPR dari PKB. Yang sudah dibaiat
>     hingga sore kemarin mencapai 54 orang, terdiri dari 51 anggota DPR
>     dan tiga di antaranya anggota MPR dari Utusan Daerah.
>
>     Baik Cholil maupun Taufiq membantah spekulasi yang berkembang
>     belakangan ini, bahwa pembaiatan itu untuk mendukung pencalonan
>     Megawati Soekarnoputri sebagai presiden. Karena pada intinya,
>     menurut mereka, baiat itu dilakukan dalam tradisi Islam adalah
>     berjanji di hadapan Allah untuk tetap memelihara misi perjuangan
>     Islam 'ala Aswaja.
>
>     Dikatakan Taufiq, isi pembaiatan itu untuk mengikat secara moril
>     atas dasar rasa ketakwaan kepada Allah SWT bahwa mereka yang
>     dibaiat akan tetap konsisten untuk memperjuangkan nila-nilai Islam
>     'ala Aswaja. ''Sama sekali isi baiat itu tidak ditujukan untuk
>     mendukung figur seseorang. Sedang yang bertindak sebagai pembaiat
>     adalah jajaran anggota Dewan Syuro DPP PKB, yang terdiri atas ulama
>     kredibel.''
>
>     Menurut Kiai Cholil, PKB selama ini sudah merumuskan misi
>     perjuangan Aswaja itu ke dalam platform partai. ''Platform partai
>     itulah yang akan menjadi pedoman misi perjuangan anggota legislatif
>     dari PKB. Tentu saja, platform partai itu dalam koridor Aswaja
>     tadi.''
>
>     Berkaitan dengan acara Hari Peringatan Kesaktian Pancasila (Hapsak)
>     yang semestinya diikuti oleh seluruh calon anggota DPR/MPR RI di
>     Lubang Buaya pada 1 Oktober 1999 pukul 07.00 WIB, Kepala Biro Humas
>     KPU Djohermansyah Djohan, menyatakan dibatalkan karena alasan
>     pertimbangan teknis dan waktu.
>
>     Menurut Djohermansyah, berkaitan dengan hal tersebut, maka jadwal
>     pemberangkatan calon anggota DPR/MPR pada 1 Oktober 1999 ke Gedung
>     DPR/MPR diubah. Calon anggota DPR/MPR yang menginap di Hotel Sahid
>     Jaya dan Hotel Indonesia, pemberangkatannya secara bersama-sama
>     pada pukul 07.45 WIB. Sedangkan bagi peserta yang tidak menginap di
>     hotel, selambat-lambatnya pada pukul 08.00 sudah berada di Gedung
>     DPR/MPR.
 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke