Deklarasi 1 Oktober 1999

WARGA PEDULI

Menjelang SU MPR 1999, spiral ketidakpastian meningkat akibat vakum
kepemimpinan. Momentum reformasi tenggelam dalam manuver elite partai. Masih
lolosnya pelaku politik skandal Bank Bali dan dibiarkannya Presiden
melakukan "cover-up" membuat masyarakat sangat kecewa terhadap rezim yang
tidak mendengar rakyat. Pengorbanan rakyat Timor Timur melecehkan
nasionalisme yang manusiawi.

Terpanggil oleh kekuatiran terjadinya penyimpangan SU MPR dari aspirasi
masyarakat, kami merasakan urgensi untuk memberikan fokus pada urgensi
mengembalikan proses politik kepada rakyat. Atas dasar keprihatinan dan
kepedulian kami terhadap proses demokratisasi yang harus dilanjutkan oleh
MPR, maka kami mengeluarkan Deklarasi sebagai berikut:

*MENDUKUNG PENUH GERAKAN MAHASISWA
Satu-satunya kekuatan yang mewakili kepentingan reformasi secara konsisten
adalah mahasiswa yang terakhir mengadakan aksi besar menjelang SU MPR 1999,
dengan korban yang kita muliakan. PANGGILAN PEDULI menekankan dan menyerukan
dukungan yang tulus dan tegas kepada Gerakan Mahasiswa.

*MENOLAK TOTAL PENDEKATAN KEKERASAN
Untuk alasan apapun, dengan pertimbangan apapun, kami menolak secara total
penggunaan kekuasaan dalam masyarakat Indonesia. Himbauan ini terutama
dialamatkan kepada kaum militer, yang dengan persenjataan dan otoritas
berlebih dapat menambah penderitaan warga yang sudah melampaui batas.
Pendekatan kekerasan hanya merusak prasarana dialog politik yang dapat
memberikan solusi demi manfaat semua

*SU MPR HARUS MEREFLEKSIKAN KEKERASAN
Dinamika yang berkembang menjelang SU MPR menunjukkan adanya keterasingan
antara aspirasi masyarakat dengan sikap para anggota MPR yang seyogyanya
mewakili aspirasi masyarakat tersebut. Ruwetnya proses politik paska-pemilu
membuat sebagian dari kita abai terhadap kaitan yang tidak boleh lepas
antara Pemilu dan SU MPR 1999. Pemilu adalah cara praktis untuk mengetahui
apa dan diberkan kepada siapa "suara" rakyat. SU MPR adlaah sarana untuk
meresmikan pilihan rakyat yang telah disuarakan dalam Pemilu tersebut.
Mandat politik SU MPR 1999 diperoleh dari Pemilu 1999. Seberapa besar mandat
politik, ditentukan oleh seberapa besar "suara" rakyat yang ada di dalamnya.
Mandat politik berarti adalah "kepercayaan" yang diberikan oleh rakyat.

*SU MPR HARUS MENGEMBALIKAN KEPERCAYAAN RAKYAT
Jika sekarang, problem pada pemerintah kita adalah "defisit kepercayaan"
yang begitu dalam, maka Pemilu dan SU MPR mestinya menjadi alat untuk
men-"deposit" kembali kepercayaan itu. Jika pengertian dasar seperti ini
diabaikan, maka tidak tahu lagi kita: bagaimana pemerintahan yang akan
datang dipercaya oleh rakyat. Sebaiknya, kita tidak jatuh untuk kedua kali.

*SU MPR HARUS MENOLAK PENCALONAN BJ HABIBIE
Pemerintahan transisi Habibie dipenuhi oleh kekerasan, penderitaan ekonomi
dan kemerosotan harkat masyarakat Indonesia sebagai sebuah bangsa yang
beradab. Kesempatan yang telah diberikan kepada BJ Habibie telah
disia-siakan, bahkan telah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan
segelintir orang. Terlalu banyak kesalahan BJ Habibie untuk bisa dimaafkan
dan untuk diatasi secara internal. Faktor-faktor tersebut sudah cukup bagi
masyarakat untuk menolak pencalonan BJ Habibie sebagai presiden.

*HORMATILAH KEPUTUSAN PEMILU
Hasil Pemilu sudah diketahui semua, siapa memperoleh berapa suara. Hendaknya
para anggota MPR jujur dalam bersikap, menunjukkan komitmen pada hasil
Pemilu, termasuk dalam hal pemilihan Presiden.

*HENTIKAN PENYELEWENGAN KEPERCAYAAN RAKYAT
Dalam Pemilu 1999, rakyat memilih partai dengan tokoh-tokoh pimpinan partai
menurut citra yang ditawarkan waktu itu. Jika kemudian sementara elite
partai berubah arah dan membuat manuver politik yang berbeda dengan sikap
waktu Pemilu, maka ini merupakan penyelewengan kepercayaan rakyat.

Penandatangan Deklarasi:

Arif Arryman, Bara Hasibuan, Dadan U. Daihani, Faisal Tadjudin, Dedi
Ekadibrata, Faisal H. Basri, Hani Hasyim, Kusnanto Anggoro, Sri Mulyani
Indrawati, Thamrin A. Tomagola, Ulil Absor Abdalla, Wimar Witoelar, Fadjroel
Rahman, M. Chatib Basri, Zumrotin KS. Miranti Abidin, Rambun Tjayo, Bernadus
Djono Putro, Santoso, Martin Manurung, Moh. Ikhsan.

_____________________________________________
Diketik ulang sesuai aslinya oleh: Martin Manurung.

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke