----------
> From: [EMAIL PROTECTED]
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Sabil] Re: FORKOT CS: MEMBOM PETUGAS, MEMBUAT MARTIR
> Date: 29 September 1999 8:27
>
> Harus dibedakan antara mahasiswa dgn kelompok Forkot cs yang memang
> doyan demo dan berambisi untuk membentuk komite pemerintahan sendiri
> tanpa pemilu.
>
> Sesungguhnya demo atau unjuk rasa itu gunanya untuk menyuarakan
> aspirasi lewat spanduk2 atau orasi ke masyarakat, baik lewat demo itu
> sendiri maupun lewat publikasi media massa.
>
> Forkot CS itukan sudah demo berhari2, dari pagi hingga malam sehingga
> jalan macet (tolong pikirkan nasib sopir bis, taxi, dll), rakyat tak
> berani dagang, dollar naik (akhirnya harga membubung). Itukah
> "PERJUANGAN DEMI RAKYAT?"
>
> Nyatanya meski masyarakat luas dari tv sudah tahu bahwa mereka tidak
> setuju RUU PKB, mereka tetap merangsek petugas. Ketika diminta mereka
> mengirimkan 50 utusan untuk berdialog dgn anggota DPR, mereka menuntut
> semua (puluhan ribu mahasiswa forkot dan massa) masuk semua (padahal
> niatnya memang menduduki gedung MPR sehingga SU jadi batal).
>
> Meski dihadang, mereka tetap merangsek, akibatnya terjadilah pukul2an.
> Forkot sendiri sengaja meruncingkan bambu yang mereka bawa, sehingga
> aparat luka2 dan satu orang tewas.
>
> Mereka juga melempari petugas dgn batu dan bom2 molotov.
> Inikah gerakan moral demi rakyat?
>
> Sesungghnya tanggal 1 Oktober ini anggota DPR baru akan dilantik, jadi
> RUU PKB itu meski disyahkan, bisa dicabut oleh anggota DPR yang baru.
>
> Tapi yang jelas Forkot cs demo tanpa tahu bahwa RUU PKB itu sendiri.
> Mereka tak tahu bahwa RUU PKB itu lebih maju dari UU no. 23 tahun 1959
> yang ditandatangani Sukarno.
>
> Bisakah satu negara eksis tanpa UU darurat? Bahkan Amerika (negara yang
> paling demokratispun) memakai UU Darurat jika negara mereka dalam
> keadaan bahaya. COntohnya, Muhammad Ali dipenjara ketika menolak ikut
> perang dalam Vietnam. Jadi kebanyakan yang demo itu cuma kelompok
> Forkot cs yang radikal serta preman yang tak tahu tata negara
>
> Forkot cs tidak lebih dari underbouw PDIP yang diam ketika PDIP
> melakukan sumpah jempol darah ataupun menganiaya ulama.
>
>
> ------------------------------------------------------------------------
> Muslim di Ambon dan Aceh menderita. Anda bisa memberitahukan kepada
> dunia derita saudara kita dalam bahasa Inggris dgn bergabung ke milis
> tasnim (e-mail ke: [EMAIL PROTECTED])
> Anda bisa mengirim terjemahan, baik penuh maupun summary (3-4 kalimat)
> ke: [EMAIL PROTECTED] agar bisa didistribusikan ke media massa Islam.
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!