Dulu kita berpikir bahwa memang ada masalah antara AR dengan Pak Harto,
makanya telihat betapa sengitnya pertempuran mereka berdua secara
pribadi. Tapi itu bukan dengan Habibie, yang adalah 'BOSS' dari AR
selama di-ICMI dulu.
AR tidak akan takut pada Golkar ? Saya percaya.
Tetapi bagaimana kepada ICMI ??
Ini yang belum confirm sejak dulu.
Dulu, AR sangat 'amit-amit' kepada Golkar.
Semoga AR mau untuk tidak membalas budi Golkar....
Selamat bekerja dijalur Reformasi, Pak Amien !
Salam,
bRidWaN
At 09:49 AM 10/4/99 +0700, harman wrote:
>Jika yg anda khawatirkan adlh terpilih amien karena suara golkar lantas
>amien rais tidak akan kritis tampaknya itu adalah hal yang keliru, jika
>dilihat perjalan politiknya AR ( jika anada mengikuti dari awal ) maka anda
>tidak akan perlu was-was. Karena ketika ICMI didirikan dan Habibie atas
>restu Soeharto mengizinkan AR yang dikenal vokal saat itu (dimana
>orang-orang pd takut) menduduki kursi Ketua Dewan Pakar, dengan harapan agar
>daoat dijinakan. Tapi sebagai mana sejarah mencatat kursi yang didapat oleh
>AR justru dijadikan ajang baginya unutk terus mengkritik setiap kebijakan
>eyang Harto yg lagi-lagi saat itu para elit politik tidak ada gy berani
>bahkan dari PDIP sekalipun, tidak ada yang berani secara terang-terangan
>menentang kebijakan eyang Harto. Nah, dari contoh kecil tersebut dapat kita
>simpulkan bahwa didalam diri Amien ada semcam pernyataan bahwa "jika anda
>memilih saya bukan berarti saya akan menjadi anda". Dan tentu saya pun
>berharap bahwa sikap semacam itu akan terus tertanam dalm diri AR. Dan kita
>tidak perlu langsung menyatakan bahwa AR akan tunduk pada GOLKAR.
>
>harman
>
>-----Original Message-----
>From: Martin Manurung [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>
>Menyikapi terpilihnya Amien Rais:
>
>REFORMASI, HIDUP?
>
>Oleh: Martin Manurung
>
>Selesai sudah satu dari sekian langkah penting dalam Sidang Umum MPR 1999.
>Dengan hasil berdebar, dapat disaksikan di layar teve kemenangan Saudara
>Amien Rais sebagai Ketua MPR 1999-2004. Ketika proses penghitungan suara itu
>diumumkan, segera terdengar teriakan "Hidup Reformasi!". Ya, mungkin dari
>kaca mata sederhana, kita segera dapat berkata demikian. Tapi apakah
>sebenarnya yang bisa ditangkap dari hasil itu?
>
>Konstelasi Politik Paska Pemilu 1999
>
>Menjelang Pemilu 1999, rakyat dibuai dengan angan-angan kubu "pro-reformasi"
>(setidaknya, demikianlah kubu itu kini disebut: diantara tanda kutip) yang
>kuat dan bersatu melalui serangkaian pertemuan monumental, dimulai dari
>Kesepakatan Ciganjur sampai dengan Komunike Paso yang melahirkan "Front
>Bersama PDI Perjuangan, PKB dan PAN" (demikian pula disebut diantara tanda
>kutip).
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!