Wah postingnya ini mesti di kulitin-ta bukan di areks.....!

> -----Original Message-----
> From: Faried Basalamah [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, October 07, 1999 3:41 AM
> 
>      ANALISA MEGAWATI TERPILIH SEBAGAI PRESIDEN RI KE IV
> 
> Seandainya analisa ini benar, reformasi memang telah berjalan dan akan 
> terjadi perubahan yang dahsyat dinegeri ini, ialah PROSES PEMIKIRAN 
> tokoh-tokoh politik. Banyak sekali orang yang khawatir sekali akan
> kekalahan 
> PDI-P pada voting-voting sidang MPR dan puncaknya ialah terpilihnya tokoh 
> Fraksi Reformis sebagai ketua MPR setelah mengalahkan Mathori Abdul Jalil 
> yang dijagokan oleh PKB dan PDI-P. Amien Rais yang banyak pihak menduga 
> sebagai tokoh pendukung berat Habibie, Amien Rais tokoh ICMI dan sangat 
> licin bagai belut dalam manuvernya , bahkan bersedia bekerja sama dengan 
> partai Golkar yang selalu dihujatnya. Amien yang mengatur strategi 
> menggagalkan Megawati dan berusaha keras mempermalukan PDI-P. Benarkan
> PDI-P 
> akan menjadi PECUNDANG ? Seperti juga ucapan dengan nada sinis dari tokoh 
> Partai Bulan Bintang yang gurem: Yuzril Ihza Mahendra yang terkenal
> sebagai 
> pembuat pidato-pidato mantan presiden Suharto. Seorang konseptor pidato 
> kepala negara biasanya orang yang cerdas dan biasanya SEJIWA dengan tokoh 
> yang dipujanya. Ada dugaan bahwa Yuzril adalah seorang Suhartois dan ada 
> juga tuduhan bahwa Yuzril menerima UANG JIMAT dari Habibie, tuduhan yang 
> dilontarkan oleh Fadli Zon sohib Prabowo, mantu Suharto. Dalam ucapan 
> setelah kemenangannya bahkan Amien berniat mengatur kekuatan MPR , ia 
> mengatakan bahwa MPR lebih tinggi dari DPR dan harus ada perubahan di MPR.
> 
> Ungkapan ini sangat jelas keluar dari orang yang GILA kekuasaan. Fakta 
> sebenarnya ialah dugaan adanya suatu REKONSILIASI NASIONAL yang sangat 
> penting. Rekonsiliasi yang melibatkan PDI-P, PKB, Golkar, Militer dan 
> beberapa kelompok reformis yang bukan anggauta Fraksi Reformis. Banyak
> pihak 
> menduga bahwa Fraksi Reformis cuma alat kelompok ICMI serta tokoh-tokoh 
> Fundamentalis seperti juga mereka yang selalu menggunakan simbol-simbol 
> agama dalam gerakan politiknya.
> 
> Dengan terpilihnya Akbar Tanjung sebagai ketua DPR dengan keunggulan
> mutlak 
> menunjukkan bahwa memang ada INDIKASI BERAT bahwa ada REKONSILIASI
> NASIONAL. 
> Peranan Amien Rais diramalkan tak akan sehebat kekhawatiran masyarakat 
> pencinta damai serta masa pro pemberdayaan perekonomian negara. Kenapa 
> disebut pro pemberdayaan perekonomian negara ? Jelas seandainya kelompok 
> PDI-P dikalahkan, masyarakat dunia akan menganggap bahwa sistim politik 
> Indonesia sangat RAWAN, mana mungkin pemenang pemilu bisa dijadikan 
> PECUNDANG ? Mana mungkin calon presiden muncul bukan dari partai pemenang
> ? 
> Jadi skenario mengenai kemungkinan tidak terpilihnya Megawati menjadi 
> presiden tampaknya akan sirna. Duet Habibie - Wiranto gugur sebelum
> muncul, 
> karena adanya sinyal dari Cohen menteri pertahanan AS. Tragedi Timor Timur
> 
> dan Tragedi Bank Bali tampaknya merupakan vonis bahwa Habibie serta
> kelompok 
> ICMI-nya bakal LUDAS. Meskipun aba-aba bahwa Gus Dur didukung keras untuk 
> menjadi presiden, tampaknya dukungan ini justru untuk MENCELAKAKAN BANGSA.
> 
> Mana mungkin Gus Dur , bapak bangsa yang kesehatannya kurang bagus menjadi
> 
> seorang presiden yang tanggung jawabnya menyangkut 200 juta manusia 
> Indonesia. Apakah Amien Rais cerdas atau ngawur ? Orang ini LICIN BAGAI 
> BELUT dan luar biasa kelicikannya, tetapi ada jurus pemunahnya.
> Tanda-tanda 
> bahwa presiden bisa dipilih dari wanita ialah terpilihnya Khofifar Indar 
> Parawansa mewakili PKB sebagai calon ketua DPR usulan PKB. Usulan yang 
> diprakarsai Gus Dur dan disetujui Dewan Syuro Nahdlatul Ulama, terserah 
> bagaimana kita mengartikannya. Artinya Gus Dur tetap mendukung wanita atau
> 
> ibu Mega sebagai presiden. Jelaslah manipulasi Amien serta kelompok anti 
> presiden wanita ditangkis dengan jurus lembut Gus Dur. Mantapnya Mathori 
> Abdul Jalil menunjukkan betapa Islam garis reformasi memang kental di NU
> dan 
> banyak pihak sangat kecewa dengan kekalahan Mathori dalam pemilihan ketua 
> MPR. Ada dugaan justru disini dimainkan suatu permainan yang cantik, dan 
> ambisi Amien bisa diredam : beri saja HADIAH jabatan empuk agar sifat 
> BAWEL-nya bisa dikendalikan.
> 
> Meskipun tanggal 20 Oktober masih 2 minggu lagi, tanda-tanda bahwa 
> kemungkinan Mega menjadi orang nomor satu atau nomor 2 tampak dengan
> jelas. 
> Seandainya karena kompromi ia harus menjadi orang nomor 2, Gus Dur dapat 
> dipastikan akan menunjuk kekuasaan wakilnya lebih besar, bukan sekedar 
> seremonial. Bukankah Perdana Menteri Inggris lebih berkuasa secara politik
> 
> dibandingkan dengan Ratu atau Raja yang cuma seremonial ? Bukankah
> dibanyak 
> negara justru pengendali kekuasaan adalah Perdana Menteri dan Presiden 
> umumnya adalah yang dituakan. Kita lihat saja negara tetangga kita, 
> barangkali sedikit orang tahu siapa presiden Singapura dan banyak orang 
> kenal betul Lee Kwan Yu dan sekarang Goh Chok Tong. Menjadi orang kedua 
> tidak bermasalah selama orang nomor 1 mendukung dan terjadinya hal ini 
> disebabkan oleh kekuatan rekayasa politik yang cukup berpengaruh. Kita
> yakin 
> bahwa Gus Dur bukanlah manusia macam Amien Rais yang sangat ambisius, Gus 
> Dur terbukti seorang reformis, seorang nasionalis, seorang kompromistis
> dan 
> ia sangat setuju kepada REKONSILIASI NASIONAL. Kebesaran jiwa Akbar
> Tanjung 
> yang terlihat dalam usaha menyelamatkan negara dari kehancuran terlihat
> dari 
> manuvernya meredam kelompok Habibie. Dengan dia tidak mencalonkan diri 
> sebagai presiden RI membuktikan bahwa ia juga menginginkan REKONSILIASI. 
> Ramalan bahwa Megawati menjadi presiden dan Mathori menjadi wakil presiden
> 
> bukanlah tanpa dasar. Kalau hal ini sampai terjadi, sejarah Indonesia akan
> 
> dimulai dengan babak baru dan hal ini merupakan bukti bahwa manusia 
> Indonesia masih mampu berpolitik dengan MORAL yang tinggi. Politik tidak 
> selalu harus licin dan kotor, politik adalah seni dan seni inilah yang 
> memenangkan masyarakat pro REKONSILIASI NASIONAL dan mengalahkan 
> nasionalisme sempit serta fanatisme negatip.
> 
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









Kirim email ke