Perkembangan politik nasional masih dalam konteks pertarungan klasik, yaitu antara KELOMPOK NASIONALIS (dengan kecenderungan politisi/partai berpaham nasionalis) dan lawan kelompok ber-idiologi islam sebagai dasar & orientasi politik(sebut saja KELOMPOK POLITISI ISLAM). Kelompok Nasionalis(KN) memiliki kecenderung-kuat memiliki warna ideologi politik yang berorientasi pada paham kebangsaan, paham-paham universal politik dan kerakyatan/sosialis. Sedangkan, Kelompok Politisi Islam(KPI) memiliki kecenderungan-kuat memiliki warna ideologi politik yang berorientasi pada dasar syariat Islam - sekalipun menyatakan nyaring bahwa mereka menganut juga patriotism dengan akidah politik Islam. Berdasarkan anggapan mayoritas penduduk Islam maka warna demokrasi cenderung ber-nuansa Islam(?). Dalam kancah pertarungan politik di Indonesia, masing-masing kelompok telah mengukir sejarah indah maupun buram bagi Republik ini. Persatruan kedua kelompok ini langgeng(?), sekalipun dalam masing-masing anggota kelompok belum tentu akur. Dalam konteks perpolitikan sekarang (SU-MPR'1999), tebak sendiri partai mana yang termasuk KN atau KPI? Kecenderungan ideologis ini akan menggiring koalisi, karena inti persoalan terjadi polarisasi orientasi ideologi dan kepentingan. ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
