jadi, kesimpulannya..
sejak merdeka di negara indonesia ini hanya
ada 2 dalang yang berhasil menggelar negara
ke"ratu"an republik indonesia. yang pertama bernama
ahmad soekarno dengan kemampuan anta-wacananya
(jago pidato maksudnya..)
dan bahwa memang bena
r selama pemerintahan pasca
ahmad soekarno yang mampu menggelar negara indonesia
hanya seorang yaitu seorang presiden yang
menjelang akhir pemerintahannya
bernama haji mohamad soeharto.... yang mampu
berganti-ganti wayang, selayaknya ki dalang
di pagelaran jagad sedepanya dengan kelihaian sabetan
yang mumpuni untuk saling di-kabruk-kabrukkan.

dan keduanya itu mendapat cap sebagai ORANG JAWA
kejawen, klenik, abangan dan sebagainya.....
sementara itu kini dalang sabetan ini masih hidup, walau
telah mengalami stroke, dan rupanya mendidik banyak
calon dalang... payahnya lagi, sekarang banyak wayang-2
baik bekas permainannya ataupun yang dulu hanya disimpan
di kotak, atau sekedar menjadi SIMPINGAN, pada turun
ke gelanggang main sak karepnya sendiri....
yang harusnya buta cakil berperan jadi narada.. yang
harusnya
mbilung memakai pakaian semar... yang harusnya durna
terpaksa
kebagian mahkota baladewa.. wis... wong kabeh royokan
seragam
wayang kok ya? hahahaaa...

pantas lah kalau sayup-sayup terdengar sulukan dalang
entah siapa yang berbunyi:
Ooong... bumi gonjang-ganjing, lanit kelap-kelap.....
(kari aku sing kelop-kelop)...

nuwun sewu, karepku sih arepe ndalang, apa daya
tak punya wayang....

tabik
mbah soeloyo....
(gimana mas aswat, yang begini ini termasuk
nges ta nggak?)

----- Original Message -----
From: Installasi Design <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, September 29, 1999 3:40 PM
Subject: [Kuli Tinta] Fw: [Sabil] DARI GERAKAN BAWAH TANAH
HINGGA KONFRONTASI


>
>
> ----------
> > From: [EMAIL PROTECTED]
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [Sabil] DARI GERAKAN BAWAH TANAH HINGGA
KONFRONTASI
> > Date: 29 September 1999 7:31
> >
> > http://www.ummigroup.co.id/saksi
> > DARI GERAKAN BAWAH TANAH HINGGA KONFRONTASI
> >
> > Gerakan Kristen tak pernah putus asa menggalang
kekuatan. Beragam
> > skenario digelar.
> >
> > Politik kristen di Indonesia tak bisa dilepaskan dari
sosok Pater Beek.
> > Seorang pendeta kelahiran
> > Belanda dari Orde Jesuit. Gerakan rahasia yang dibangun
Pastur Beek
> > menguasai pusat-pusat
> > kekuasaan strategis di Indonesia berbarengan dengan
tumbangnya Soekarno
> > (Orde Lama). Konon,
> > tumbangnya presiden RI pertama itu tak lepas dari
konspirasi yang
> > dibangunnya. Karena aksi gerakan
> > bawah tanah yang begitu rapi dan sangat cermat, hingga
hari ini tak bisa
> > diungkap siapa dalang dibalik
> > peristiwa G 30 S PKI yang berujung pada tumbangnya
Soekarno.
> >
> > Pastor Beek pernah diusir dari Indonesia karena dianggap
sebagai agen
> > CIA. Kemudian ia mangkal di
> > Hongkong. Dari Hongkong ia melakukan penetrasi ke
Indonesia melalaui
> > kekuatan-kekuatan Katholik di
> > Indonesia. "Ia masuk melalui Ali murtopo dan Sudjono
Humardhani," kata
> > Hussein Umar, Sekjen Dewan
> > Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) kepada SAKSI.
> >
> > Beek menilai Soekarno sangat memberikan angin terhadap
penegmbangan
> > Islam di Indonesia, yaitu
> > dengan mendirikan IAIN. Sedangkan pengembangan agama
Kristen tidak
> > mendapatkan perhatian. Beek
> > (1965) memprediksi bahwa 20 tahun mendatang di Indoneia
akan lahir
> > ribuan intelektual Islam yang
> > moderen. Situasi demikian akan sangat tidak
menguntungkan, bahkan
> > mebahayakan, bagi peranan
> > umat Kristen.
> >
> > Setelah tumbangnya Soekarno, dengan memanfaatkan
Supersemar, kelompok
> > Pater Beek dengan
> > dibantu CIA meningkatkan aksi-aksi mahasiswa agar Mayjen
Soeharto
> > menggantikan Soekarno.
> > Akhirnya memang Soeharto berhasil menguasai kekuasaan
politik di
> > Indonesia. Kuatnya cengkraman
> > kelompok Jesuit dalam kekuasaan Orde Baru ditunjukkan
dengan semakin
> > besarnya tugas Opsus Ali
> > Murtopo.
> >
> > Menurut sebuah sumber, untuk memperkuat gerakannya ia
merekrut sekitar
> > 200 orang sarjana pengikut
> > Ordo Jesuit dari berbagai disiplin ilmu untuk mendirikan
dapur
> > pengkajian yang kemudian dikenal
> > dengan CSIS untuk membahas berbagai masalah kenegaraan.
Organisasi yang
> > awalnya bermarkas di
> > Raden Saleh dan kemudian pindah ke Tanah Abang, Jakarta
ini, konon,
> > memiliki dana abadi sebesar
> > Rp 27 milyar. Tokoh-tokoh pendiri CSIS di antaranya:
Mayjen Ali Murtopo,
> > Mayjen Sudjono
> > Humardhani, Dr. Daud Yusuf, Lim Bian Kun, Lim Bian Kie,
Prof. Pay Lay
> > Kim, Hary Tjan Silalahi,
> > Thomas Suyatno, Jacob Tobing dan lain-lain.
> >
> > Tahun 1970 (menjelang peristiwa Malari 1974), Pastor
Beek mengedarkan
> > secara terbatas satu
> > makalah mengenai analisa perkembangan sosial politik
pasca presiden
> > Soekarno, yang isinya anatara
> > lain menyatakan, setelah hancurnya PKI diikuti dengan
lumpuhnya Front
> > nasionalis yang dipimpin PNI,
> > maka perkembangan politik cenderung menjadi dua
kekuatan, yaitu kekuatan
> > sosial politik yang
> > berbasis orang-orang Islam dan kekuatan politik yang
berbasis pada
> > kekuatan ABRI yang berintikan
> > Angkatan Darat. Kedua kekuatan ini diistilahkan dengan
"Iblis Kecil"
> > (The lesser of two devils).
> >
> > Di antara dua kekuatan Iblis Kecil tersebut, Pastor Beek
memilih Iblis
> > Kecil ABRI untuk dijadikan mitra
> > atau kuda tunggangan dari gerakan bawah tanahnya. Untuk
itu ia
> > memanfaatkan Ali Murtopo dan
> > Opsusnya. Konspirasi ini kemudian medalangi sejumlah
aksi massa.
> >
> > Tahun 1983, Ali Murtopo dilengserkan Presiden Soeharto
dari dunia
> > politik sampai meninggal dunia.
> > Oleh Pater Beek peran dialihkan kepada Leonardus Benny
Murdani. Di masa
> > Benny inilah terjadi
> > tekanan yang sangat hebat terhadap kelompok-kelompok
Islam.
> >
> > Tapi, memasuki era 1990-an bandul politik Soeharto lebih
condong kepada
> > kalangan Islam. Soeharto
> > merekrut kalangan Islam untuk memperkuat kekuasaannya.
Benny
> > dilengserkan. Rontoknya
> > basis-basis kekuasaan kelompok Jesuit menyebabkan
gerakan ini menyiapkan
> > langkah-langkah. Yang
> > utama ialah membentuk oganisasi massa melalui
kader-kader mudanya, baik
> > dari kalangan kampus
> > maupuin LSM yang bertujuan untuk membina rakyat/pemuda
miskin, buruh,
> > dan para petani.
> >
> > Lalu, Membina orang-orang kritis dan barisan sakit hati
(BSH), dan
> > melakukan metode perjuangan yang
> > diajarkan oleh Teologi Pembebasan yang dapat
bergandengan dengan
> > orang-orang Marxis, yaitu
> > dengan metode menciptakan pertentangan di masyarakat,
mengumpulkan
> > kebobrokan birokrat untuk
> > diketahui masyarakat, dan membina massa kampus dan
dipadukan dengan
> > massa
> > pemuda/masyarakat miskin yang telah dibinanya untuk
membentuk people
> > power. Wujudnya ialah
> > kerusuhan 13-14 Mei 1998.
> >
> > Memasuki era reformasi, apa yang dikhawatirkan kelompok
bawah tanah
> > pastor Beek setelah
> > tumbangnya Soeharto menjadi kenyataan, yaitu naiknya
Habibie yang juga
> > dari kalangan Islam. Melihat
> > peta politik yang sangat tidak menguntungkan ini,
gerakan bawah tanah
> > Pater beek melalui tokoh-tokoh
> > binaannya melakukan kegiatan antara lain:
> >
> > Pertama, jauh sebelum tragedi 14-15 Mei 1998, di
Universitas Atmajaya
> > telah dibentuk "Crisis Center"
> > yang berfungsi untuk menangani dan memonitor gerakan
kampus dan Forum
> > Kota dengan tujuan
> > menunggangi dan memanfaatkan gerakan tersebut. Tujuannya
mendiskreditkan
> > Habibie dan ABRI
> > dengan provokatornya yang telah ditanam dalam gerakan
mahasiswa.
> >
> > Kedua, menjatuhkan martabat bangsa Indonesia di mata
masyarakat
> > internasional. Seperti yang
> > dilakukan Romo Sandyawan SJ (Katholik Ordo Jesuit WNI
keturunan Cina)
> > yang mendramatisir
> > peristiwa perkosan terhadap wanita keturunan Cina, yang
dikatakan
> > berjumlah ratusan orang pada
> > peristiwa kerusuhan 14-15 Mei 1998. Meskipun, tak bisa
dibuktikan
> > kebenarannya.
> >
> > Ketiga, memberikan materi pelajaran intelijen (teori dan
praktek) kepada
> > kader-kader Pastur Beek.
> > Adapun persyaratan para kader antara lain: dipilih
dengan teliti,
> > minimal lulusan sarjana muda atau
> > yang sederajat, dan orang Katholik (Ordo Jesuit), baik
dari kalangan
> > swasta, birokrat maupun
> > ormas/orpol. Keempat, merekayasa berbagai kejadian dan
mematangkannya
> > melalui media massa,
> > baik cetak maupun elektronik.
> >
> > ---------------------------------------------------
> > Get free personalized email at http://www.iname.com
> >
>
> ----------------------------------------------------------
--------------
> > Special offer for eGroups Users: 100 Business Cards
FREE!
> > Visit iPrint.com - The Internet iPrint Shop today to get
> > your set!  http://clickhere.egroups.com/click/1025
> >
> > Muslim di Ambon dan Aceh menderita. Anda bisa
memberitahukan kepada
> > dunia derita saudara kita dalam bahasa Inggris dgn
bergabung ke milis
> > tasnim (e-mail ke: [EMAIL PROTECTED])
> > Anda bisa mengirim terjemahan, baik penuh maupun summary
(3-4 kalimat)
> > ke: [EMAIL PROTECTED] agar bisa didistribusikan ke
media massa Islam.
> >
>
>
____________________________________________________________
__________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke