ini adalah salah seorang pakar filosofi kegemaran saya.

silakan dibaca sendiri ya, cuplikan berita dari suaramerdeka
berikut:

damardjati supadjar:
Apa Adanya

Sedangkan Damardjati berpendapat, di balik demokrasi ada
akar teologi, karena ada suara Tuhan adalah suara rakyat.
Berkaitan dengan semangat oposisi, dia menilai penting
faktor kemandirian rakyat, yang mensyaratkan kecerdasan
spiritual.

''Siapakah kaum oposan itu, merekalah yang berbicara dengan
apa adanya. Sikap-sikap oposisi bisa disimbolkan dalam
perilaku tokoh-tokoh wayang seperti Bima, Antasena, dan
Wisanggeni. Bima ketika menjadi Bimo-Suci. Lalu Wisanggeni
serta Antasena yang melambangkan api dan air.''

Dia juga mengatakan, ketika nenek moyang kita menyongsong
milenium kedua, mereka membangun Borobudur, bangunan seribu
kesatria yang terkurung dalam sangkar. Sekaligus
menggambarkan struktur hierakhisnya sebagai wujud realitas,
bagi mereka yang mendambakan pencerahan.

Kini, menyongsong milenium ketiga, dia mempertanyakan
mengapa elite politik di Jakarta malah menelanjangi diri
sendiri? ''Tentu saja, tetap ada sekelompok manusia
Indonesia yang tumungkul amari-kelu, namun waspada penuh,
sama sekali tidak lalai atau katungkul menyiapkan kerja
besar, melebihi kebesaran Borobudur.''

Mereka itulah yang mengembangkan semangat kemandirian
rakyat, yakni yang selalu berbahasa kosmis A-U-M
(agni-udaka-maruta). Jadi, kesimpulannya, rakyat tak perlu
langsung bersikap oposisi terhadap pemerintah. Oposisi
dibutuhkan, ketika melihat ketidakjujuran pemerintah.

''Ketika itulah kita harus bicara apa adanya.''
(B17,B15-35b)
-------------------------------------
iklan milis: WOJOSETO MAILING LIST
langganan: [EMAIL PROTECTED]
brenti: [EMAIL PROTECTED]
tanya: [EMAIL PROTECTED]
dolin:  http://www.egroups.com/list/wjseto




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke