Saya setuju Bung Yap, beliau memang Tokoh hebat.
Cuma Cak Nur mungkin lebih bagus lagi berjuang
dibidangnya. Cak Nur pernah mencoba 'bermain',
tetapi menurut saya agak 'mleset' pada waktu
pembentukan 'KOMITE REFORMASI', yang dicoba
dibentuk oleh Pak Harto beberapa hari sebelum
kejatuhannya. Disana beliau meminta Mahasiswa
untuk memberhentikan aksi demonya digedung MPR.
Bayangkan kalau waktu itu demonstrasi memang
dihentikan, mungkin kejadian tanggal 21 Mei
tidak akan ada.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, Cak Nur
tetap adalah seorang TOKOH yang layak menjadi
Panutan, dan semoga beliau akan tetap konsisten
berjuang untuk Negara dan Bangsa ini. Salut !
Salam,
bRidWaN
At 03:30 PM 10/11/99 JAVT, Yap C. Young wrote:
>Secara pribadi sih saat ini saya lebih suka kalau Cak Nur yang jadi
>Presiden. Dengan melihat stock pemimpin yang sangat terbatas ini. Capres
>yang sekarang ada, dengan tidak mengesampingkan segala kelebihannya,
>nampaknya masih diperlukan beberapa upaya pembenaran untuk masuk dalam
>kategori pantas. Sayang Cak Nur, yang dimata saya masuk kategori excellent,
>selalu menolak dengan alasan bukan partisan. Saya masih ingat Cak Nur bilang
>dengan gaya Jawa medok-nya: "Wong nggak ikut berjuang kok mau hasilnya. Itu
>namanya nggragas". Nggragas itu bahasa Indonesianya rakus. Saat ini nggak
>mudah cari pemimpin dengan kepribadian seperti dia. Lurus, jelas, bersih,
>kata-katanya polos tetapi teguh pendirian sehingga mudah dipahami oleh
>golongan "bawah" sekalipun. Syarat lainnya, pendidikan, wawasan, kemampuan,
>kredibilitas pribadi dan kesiapan fisik dan mental sama sekali tak ada yang
>diragukan. Sayang dia menolak, jadi ya terserah hasil "arisan" saja deh.
>
>Yap
>(bukan karena Jawa Timur atau Islam lho....)
>
>>From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject: Re: [Kuli Tinta] Golkar-Porteng-PDIP
>>Date: Mon, 11 Oct 1999 10:08:45 +0700 (JAVT)
>>
>>Betul.
>>Dan saya termasuk yang setuju kalau PDI-P jadi presiden. Asal MA dipegang
>>orang non-PDI-P dan MPR/DPR benar2 dapat mengontrol presiden.
>>
>>WAM
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!