Koq terasa seperti ada skenario besar yang
terdiri dari Plan A, Plan B, Plan C dan
Contingency Plan.
Mungkin hanya 'halusinasi' saya saja ?
Salam,
bRidWaN
At 08:26 PM 10/16/99 +0700, c= wrote:
>Disamping itu, pencalonan itu juga mencacati bentuk demokrasi
>yang sedang dibangun dimana pemimpin politik mestinya muncul
>dari kekuatan politik. Jadi, jangan ada kesan sebagai
>penghalalan cara yang sebenarnya bertentangan dengan
>kesepakatan sebelumnya.
>
>Atau, jangan-jangan alternatif itu sendiri sebenarna bukan
>alternatif?
>----- Original Message -----
>From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 11 October 1999 16:52
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Golkar-Porteng-PDIP
>
>
>
>Saya setuju Bung Yap, beliau memang Tokoh hebat.
>Cuma Cak Nur mungkin lebih bagus lagi berjuang
>dibidangnya. Cak Nur pernah mencoba 'bermain',
>tetapi menurut saya agak 'mleset' pada waktu
>pembentukan 'KOMITE REFORMASI', yang dicoba
>dibentuk oleh Pak Harto beberapa hari sebelum
>kejatuhannya. Disana beliau meminta Mahasiswa
>untuk memberhentikan aksi demonya digedung MPR.
>Bayangkan kalau waktu itu demonstrasi memang
>dihentikan, mungkin kejadian tanggal 21 Mei
>tidak akan ada.
>
>Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, Cak Nur
>tetap adalah seorang TOKOH yang layak menjadi
>Panutan, dan semoga beliau akan tetap konsisten
>berjuang untuk Negara dan Bangsa ini. Salut !
>
>
>Salam,
>bRidWaN
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!