Salam,

Adakalanya dalam melakukan sesuatu kita tidak mengharapkan " Keuntungan Apa
yang akan kita dapatkan"

Ada rasa tersendiri yang tidak dapat dinilai dengan uang, barang, emas dan
harta serta kesenangan duniawi lainnya ketika kita memperjuangkan apa yang
kita yakini sebagai kebenaran,.

Peristiwa yang anda sebutkan dibawah ini adalah suatu contoh, masih ada
orang-orang yang bersikap dan berperilaku seperti itu,.yang dari kacamata
anda secara logika disebut sebagai ketololan karena tidak ada manfaat
baginya.

Kapan nih kita melakukan referendum untuk amandemen UUD 45,.

===============================================
Dengan menggunakan logika ini maka mhs yang menduduki gedung MPR
dan 4 MHS Trisakti yang meninggal  termasuk dalam kategori tolol
karena ketika Soeharto lengser mereka juga tidak menikmati
apa-apa.

Dengan logika yang sama pula, para pendukung BJ Habibie seperti
Front Jihad Bersatu dll termasuk dalam kategori tolol karena
mereka juga tidak akan mendapat apa-apa kalau BJ Habibie nanti
menjadi presiden.

Yang lebih fatal lagi ketololannya menurut logika ini adalah
ratusan mhs yang terbunuh di Tiananmen. Toh mereka tidak bisa
menikmati perubahan yang terjadi di China sekarang.

Para aktivis yang hingga kini tidak jelas keberadaanna juga tolol
menurut logika itu karena mereka juga tidak akan mendapat apa-apa
ketika cita-cita perjuangan mereka untuk mengakhiri rezim Orba
berhasil.

Tetapi kini saya berpikir, bagaimana kalau masa itu tidak ada?

Mungkin yang termasuk dalam kategori tidak tolol adalah mereka
yang berjuang untuk kepentingan pribadinya sehingga ketika
perjuangan itu berhasil maka secara pribadi mereka memperoleh
keuntungan. Dengan demikian, cecunguk tidak tolol.

Yang agak menghibur dari logika ini adalah, bangsa ini beruntung
karena memiliki banyak orang tolol yang mau berkorban untuk
melawan penjajahan demi kemerdekaan di bumi nusantara yang mana
mereka sendiri tidak pernah berharap atau berambisi untuk
menduduki posisi politik atau jabatan tertentu ketika kemerdekaan
itu akhirnya terwujud.

Saya teringat akan cerita di jaman penjajahan Belanda dan dimana
saja ketika cecunguk mencoba untuk memprovokasi para pejuang
dengan mengatakan bahwa mana mungkin kita melawan mereka yang
bersenjata lebih lengkap, mengapa kita tidak bergabung saja untuk
hidup enak.

Diakhir tulisan ini saya tersenyum karena memperoleh pencerahan
mengenai apa arti ketololan itu.

??



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke