Ini milis kuli-tinta atau milis margasatwa?

Nggak mirip-mirip amat sih tapi mengingatkan dunia bintang seseorang di
Indonesia.
Saya sih JELAS tidak suka tokoh plin-plan ini tapi bukanlah hal yang pantas
bikin cerita hewan yang dikait-kaitkan dengan pribadi yang bersangkutan.
Pamali - kata orang.

-----Original Message-----


Kadal Buntung.

Seekor kadal berjalan gesit, di sela-sela keramaian
rakyat kutu, walang, undur-undur, lintah, kaki-seribu,
laler, semut, nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang
kecil, yang sedang gelisah dan marah, menentang rezim
biawak yang pongah, kejam, serakah, meski terlihat
alim di raut mukanya. Sekali lidah menjulur, maka
ribuan semut mati tertelan.

Kadal, dengan tubuhnya yang berkilat, penuh
warna-warna pelangi ketika ditimpa sinar matahari,
terlihat memikat di tengah kerumunan rakyat nan
gelisah tersebut. Tak cuma tubuhnya yang terkesan liat
terpelihara, serta kesan licin menyerupai belut,
tetapi juga kobat-kabit ekornya yang menandakan ia
adalah sosok yang sehat, dan penuh akal.

Kadal itu sedang menawarkan sebuah proposal kepada
rakyat, sebuah tawaran menarik karena tawaran itu
pulalah yang saat itu sedang jadi agenda rakyat kutu,
walang, undur-undur, lintah, kaki-seribu, laler,
semut, nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang kecil,
yang ingin lepas dari belenggu rezim biawak.
Reformasi, begitulah kira-kira padanan kata yang
ditawarkan oleh sang kadal, sebuah kata yang begitu
manjur membius sebuah negeri, bahkan hingga ke jiran
sebelah.

Jelas saja rakyat kutu, walang, undur-undur, lintah,
kaki-seribu, laler, semut, nyamuk, dan masih ribuan
jenis binatang kecil, terpesona. Maklum, mereka pernah
selama 30-tahun-binatang-kecil lebih berada dalam
ketakutan, kegelapan, serta kengerian yang mencekam
karena rezim biawak yang bertindak amat tiran
tersebut. Secara kebetulan, para rakyat kutu, walang,
undur-undur, lintah, kaki-seribu, laler, semut,
nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang kecil, yang
sedeang memuncak amarahnya itu memang ingin membuang
rezim lama, sekarang atau tidak sama sekali.
Kedatangan sang kadal, dengan program-program yang
setara dengan kata reformasi di sebuah negeri itu,
wuih... gurih sekali. Tak ayal, kemana ekor kadal
bergerak, ke situ rakyat kutu, walang, undur-undur,
lintah, kaki-seribu, laler, semut, nyamuk, dan masih
ribuan jenis binatang kecil, bergeming.

Kadal semakin teridolakan berat. Bahkan mulai
kelihatan ada sedikit mahkota di atas kepalanya, serta
sungut yang muncul di sekitar mulutnya, membuat kadal
menjadi lebih menarik. Kadal lincah itu terus bergerak
kkian kemari, dan hiruk-pikuk rakyat kutu, walang,
undur-undur, lintah, kaki-seribu, laler, semut,
nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang kecil, pun
semakin yakin, bahwa perjuangan mereka akan berakhir
benar, karena mereka mendapat calon pemimpin yang
sesuai dengan niat semula para rakyat kutu, walang,
undur-undur, lintah, kaki-seribu, laler, semut,
nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang kecil
tersebut.

Sesumbar kadal pun bukan main. Kadal itu mampu
merangkai kata-kata beling, nan tajam, dan retorik,
yang semakin membius. Jika di kalangan rakyat kutu,
walang, undur-undur, lintah, kaki-seribu, laler,
semut, nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang kecil
tersebt boleh memberi gelar, rasanya gelar 'Bapak
Reformasi' pun pantas diberikan (atau sudah ?).

Tetapi kadal tetap kadal. Otak kadal, bagaimana pun,
memang disiapkan untuk 'ngadalin' sohib-sohibnya. Dan
itu terbukti. Ketika suasana sudah sedemikian runcing
dan tajam, ketika semua rakyat kutu, walang,
undur-undur, lintah, kaki-seribu, laler, semut,
nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang kecil, pun
mendewakannya, kadal melepas ujung ekornya, dan
melemparkannya ke sebuah arah.

Kebiasaan untuk mengikuti gerak kadal melalui
kibas-kibasan ekornya seperti itu, maka tak ayal
jutaan rakyat kutu, walang, undur-undur, lintah,
kaki-seribu, laler, semut, nyamuk, dan masih ribuan
jenis binatang kecil, pun menguber potongan ekor yang
masih terlihat gesit berkelit-kelit.

Sayang. Itu adalah tipuan belaka. Ujung ekor yang
semula terlihat penuh dengan gerakan aktif, lama-lama
pun melemah, dan ujung-ujungnya berhenti. Jutaan
rakyat kutu, walang, undur-undur, lintah, kaki-seribu,
laler, semut, nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang
kecil tercenung. Perjuangan, boro-boro, belum sampai
di ujung, seperti yang mereka harapkan, dan seperti
yang ditunggu oleh komunitas binatang lain, yang
berharap komunitas binatang kecil dan
serangga-serangga lemah itu tumbuh menjadi sebuah
komunitas yang sehat dan beradab.

Kemana si kadal, yang kini adalah Kadal Buntung itu ?

Oh, dia sedang berada dalam sebuah istana,
bersama-sama dengan para biawak, ular kadut, bajul
buntung, musang berbuku domba, kambing congek,
cecurut, dan masih banyak binatang culas yang lain.
Mereka sedang pesta, sambil mentertawakan nasib jutaan
rakyat kutu, walang, undur-undur, lintah, kaki-seribu,
laler, semut, nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang
kecil yang ketipu berat.

Dengan gontai, menahan amarah, jutaan rakyat kutu,
walang, undur-undur, lintah, kaki-seribu, laler,
semut, nyamuk, dan masih ribuan jenis binatang kecil
pun bergumam lesu, 'mimikri.....'

Gigih


=====

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!















______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke