Saya engga dengerin pidato Habibie barusan, karena 
saya pikir toh hanya akan akal2-an dari kata2 saja.

Kata Sri Mulyani, banyak kebohongan dari data2 Habibie
yang ada tadi.

Apa benar Habibie berbohong, kayanya engga mungkin, kan ?
Rasanya hanya sekali dia berbohong, ketika dia dilantik
sebagai Wapres, dia bilang bahwa Pak Harto adalah
Gurunya. Bohong apa engga sih ini ?  

Salam,
bRidWaN 

At 10:05 PM 10/13/99 +0100, eu wrote:
>Kalian semua ini mau apa ????????,
>
>Mau menghayal atau sedang mimpi,
>
>Habibie bukan orang benar dan harus berapa ratus kali dia harus berbohong
agar
>kalian percaya, bahwa dia tukang BOHONG.
>
>Liat Skandal baru dengan FERROSTAAL JERMAN sebesar 200.000 DM.
>
>harap diklick:
>
>http://www.munindo.brd.de/hab4_sogokan_ferrostaal.html
>
>Yang tidak pernah percaya kepada Habibie sejak 7 Tahun.
>
>merdeka
>eu
>
>
>"Daniel H.T." schrieb:
>
>> Kadang-kadang ketika seseorang berupaya untuk membersihkan dirinya dari
>> suatu skandal, atau perbuatan lain yang tidak terpuji, tanpa sadar dia
>> malah membuat orang semakin curiga bahwa dia memang terlibat di dalamnya.
>> Demikian halnya yang saya tangkap ketika membaca berita pernyataan Presiden
>> Habibie sewaktu mengundang pimpinan-pimpinan media massa makan siang di
>> Istana Merdeka, Minggu, 1 Oktober lalu.
>>
>> Dalam kesempatan itu Habibie mengatakan dia sama sekali tidak terlibat
>> dalam skandal Bank Bali. Bahkan mengetahui kalau ada bank yang bernama Bank
>> Bali pun dia baru saja ketahui dalam sebuah sidang kabinet yang membahas
>> bank-bank yang perlu direkapitalisasi. Tak lama kemudian skandal Bank Bali
>> muncul. Dan Habibie mengakui bahwa dia baru mengetahui ada skandal tersebut
>> dari majalah TEMPO yang sampulnya bergambar Habibie dengan pakaian
>> Napoleon. "Saya langsung buang majalah itu. Itu tidak betul. Ya, saya
>> buang. Sorry, ya?" Ujar Habibie sambil memandang Bambang Harimurti,
>> pimpinan TEMPO, sebagaimana dikutip Jawa Pos.
>>
>> Saya merasa dalam pernyataan Habibie itu sarat dengan kebohongan. Pertama,
>> apakah mungkin selama hidup di Indonesia ini, dia sama sekali tidak
>> mengetahui keberadaan Bank Bali, yang merupakan salah satu bank terbesar
>> dan mempunyai cabang di mana-mana di Indonesia? Ini bisa terjadi jika
>> selama hidupnya di Indonesia, Habibie memang tidak pernah membaca
>> koran/majalah, dan selama hidupnya ketika melewati jalan-jalan raya, pusat
>> perkantoran/bisnis, Habibie tidak pernah menoleh keluar mobilnya, sehingga
>> tidak pernah sekalipun melihat ada bank yang bernama Bank Bali itu. Saya
>> tidak percaya kalau Habibie tidak tahu kalau ada bank yang bernama Bank
Bali.
>>
>> Kedua, majalah TEMPO yang Habibie sebutkan itu adalah majalah yang beredar
>> tanggal 17 Mei 1999. Majalah TEMPO bersampul Habibie berpakaian Napoleon
>> itu, sama sekali tidak menyinggung skandal Bank Bali. Karena pada waktu itu
>> memang skandal Bank Bali sama sekali belum diketahui publik. Skandal Bank
>> Bali baru terkuak, setelah di awal Agustus lalu, pakar hukum perbankan,
>> Pradjoto, mengungkapkannya dalam sebuah seminar. Yang kemudian diikuti
>> dengan "catatan harian Rudy Ramli" yang menghebohkan itu. Sedangkan skandal
>> itu sendiri mulai terjadi sejak Januari s.d. Juni 1999. Barangkali Habibie
>> lupa bahwa meskipun skandal tersebut sudah sejak Januari mulai terjadi,
>> tetapi pers dan publik baru mengetahuinya pada awal Agustus. Jadi, tanpa
>> sadar dia memberitahu kepada kita bahwa setidaknya sejak Mei (pada waktu
>> TEMPO edisi 17 Mei itu beredar), dia sudah tahu kalau ada skandal besar
itu.
>>
>> ==================================
>> Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
>> ==================================
 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke