On Tue, 12 Oct 1999, bRidWaN wrote:
> Oleh sebab itu biarkan pemilihan Presiden berjalan dengan
> apa adanya, dengan hati nurani-nya, dan menyuarakan suara
> Pemilihnya. Jangan merekayasa secara tidak etis, apalagi
> bermain dengan "Power dan Money".
WAM:
Mari kita definisikan apa itu _rekayasa tidak etis_.
Kalau PDI-P yang memperolah 153 suara dalam Pemilu dikalahkan oleh
gabungan Golkar dan Poros Tengah yang lebih besar jumlahnya, itu termasuk
kategori _rekayasa yang tidak etis_ atau bukan?
Menurut saya, itu bukan rekayasa. Itu demokrasi.
Makanya, kalau PDI-P tetap ingin leading dengan modal 153 suara, ya lobby
lah partai/kelompk lain, biar mendukung mereka.
Dan kalau akhirnya mereka kalah lewat voting, ya jangan bilang itu
rekayasa atau pengganjalan.
> Rekayasa sih boleh-boleh saja, tetapi sebagai Politikus
> jempolan, diharapakan Tokoh2 yang terkemuka di MPR dapat
> bermain dengan cantik dengan mengindahkan kaidah2/norma2
> yang sepantasnya. Itu saja !
WAM:
Coba anda bilang begini di sekumpulan pendukung PDI-P.
Bakal digebukin anda.
Wong Pius yang katanya paham demokrasi aja omongannya kayak orang kalap.
(Mega atau Revolusi!). Minta ampun.
Kalau penggedenya saja sedemikian dangkal cara fikirnya, ya apa yang bisa
kita harap dari massa bawahnya?
Kecuali itu, tolong definisikan _bermain cantik dengan mengindahkan kaidah
yang sepantasnya_. Tanpa definisi yang jelas, bisa jadi semua yang
menyebabkan PDI-P kalah terus anda kelompokkan _tidak bermain cantik_.
Nggak fair kan?
> Jika melihat acuan diatas, buat saya sebagai simpatisan PDI-P,
> saya tetap melihat kans terbesar sebenarnya ada pada Mega
WAM:
Bahwa anda berpendapat negitu, syah2 saja. Hak anda sepenuhnya. Yang
nampak aneh adalah cara2 yang cenderung a-demokratis. Mengancam secara
fisik. Mengancam mau menghancurkan Jakarta kalau Mega kalah. Saya jadi
berfikir, Mei 98 lalu, kira2 siapa ya yang merampoki dan membakari toko?
> Salam,
> bRidWaN
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!