On Thu, 14 Oct 1999, bRidWaN wrote:
 
> Terus terang setelah beberapa kali berdiskusi, saya
> menduga anda adalah pendukung Habibie.
> Saya agak heran masih ada mendukung Habibie, 
> tapi itu adalah hak anda, yang saya homrati.

WAM:
Adnan Buyung Nasution pernah membela tapol PKI.
Kontras juga demikian gencar membela separatisme Aceh.
Dalam persidangan, pembela selalu membela tertuduh.

Lalu, apakah Adnan Buyung Nasution itu otomatis PKI?
Apakah Kontras itu otomatis underbouwnya GAM?
Apakah para pembela itu kacungnya para tertuduh?
 
Jika anda mampu berfikir jernih, anda akan heran dengan tuduhan anda
sendiri.
 
> Menurut saya anda adalah orang hebat, yang berani
> melawan arus dengan tegar, dan saya bersimpati pada 
> anda. Semoga saja Orde Baru masih berkuasa, sehingga
> Habibie masih bisa menjadi Presiden kemabli.

WAM:
Cuma orang yang punya harga diri yang tidak mau ikut2an membebek, dengan
tidak mengindahkan hati nuraninya. 

Jangankan cuma Habibie. Mega atau Gus Dur, atau tukang becak pun akan saya
dukung pencalonannya. Mencalonkan diri jadi capres adalah HAK SEMUA ORANG. 
Jangan lupa itu. (Lucu kalau anda lupa pada dasar2 demokrasi seperti ini).
Apakah saya harus melarang Habibie mencalonkan diri jadi capres agar saya
tidak dianggap sebagai pendukung Habibie? Itu kelakuan pelacur mas.
Mengorbankan hak orang lain.  

Katanya mau reformasi. Kok pola pikir anda seperti itu?

Jika anda merasa benar dengan melarang Habibie mencalonkan diri, apa anda
lantas membenarkan pemberangusan yang dilakukan terhadap Megawati tempo
hari? Jika anda konsekuen, anda akan berkata _ya_. Beranikah anda?

WAM
 
> Salam,
> bRidWaN


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke