UTAMA Senin, 18 Oktober 1999 Surabaya Post Habibie Siapkan Kabinet Rangkul PPP, PAN, PK, PBB, dan NU Jakarta - Surabaya Post ---------------------------------------------------------------------------- ---- Rasa percaya diri Bacharuddin Jusuf Habibie ternyata masih sangat tinggi. Meski pidato pertanggungjawabannya cenderung tidak diterima MPR, Habibie telah menyusun daftar orang-orang yang akan masuk dalam kabinetnya jika ia terpilih kembali menjadi presiden. Boleh jadi dengan mengeluarkan susunan kabinet itulah yang diharapkan menjadi kunci kemenangan Habibie dalam voting pemilihan presiden, 20 Oktober nanti. Kabar yang beredar di Senayan menyebutkan kalau kabinet yang disusun Habibie merupakan paduan kader Golkar dan Poros Tengah. Dua kekuatan ini dirangkul Habibie karena menjadi kunci penting empat kekalahan Fraksi PDI Perjuangan dalam voting selama SU MPR. Susunan kabinet Habibie ini diperkirakan berkekuatan 21 orang menteri. Dalam pembagian jabatan ini Golkar mendapat jatah 10 orang, PPP lima, dan Fraksi Reformasi (PAN dan PK) tiga orang. Sisanya satu menteri diberikan pada PBB dan dua menteri lainnya untuk PB NU yang penunjukannya diserahkan sepenuhnya pada Gus Dur. "Sekarang ini posisi Pak Habibie sudah relatif aman. Kami sudah tidak lagi bicara bagaimana peluang Pak Habibie dalam voting, tapi sudah bicara kabinet. Artinya kami yakin menang," kata seorang anggota FP Golkar, Senin (18/10) siang tadi. Sumber lain menyebutkan, dalam rapat tertutup Fraksi Partai Golkar (FPG), Akbar Tandjung menyampaikan, minimal ada empat anggota FP Golkar yang akan masuk dalam kabinet Habibie. Akbar memang tidak menyebut nama-nama tersebut. Ia hanya menyebutkan tiga pengurus DPP yang sudah pernah masuk kabinet akan masuk lagi. Tiga nama lama yang diperkirakan akan masuk kembali dalam kabinet adalah, Theo L. Sambuaga, Fahmi Idris, dan Agung Laksono. Mereka termasuk tiga menteri yang mengundurkan diri agar bisa memperkuat barisan Partai Golkar di MPR. Sedangkan nama baru yang akan masuk adalah Marzuki Darusman yang selama ini dikenal sebagai penentang Habibie. Ditemui sebelum menghadiri diskusi kekerasan di gedung DPR/MPR, Marzuki Darusman hanya tertawa saat diberi ucapan selamat oleh wartawan Surabaya Post. "Anda tahu saja. Tapi saya belum dengar hal itu. Saya dicalonkan menjadi menteri apa," tanya Marzuki yang kabarnya sudah melakukan pertemuan dengan Habibie berkaitan dengan pencalonan dirinya itu. Saat dikatakan kalau dia masuk dalam nominasi calon menteri luar negeri, Marzuki kembali tertawa. "Kalau saya masuk kabinet, mungkin tujuannya agar saya nggak ngrecokin di dalam," katanya sambil bergegas memasuki ruang diskusi. Sedang Fahmi Idris, saat ditanya soal susunan kabinet Habibie itu mempersilakan bertanya kepada Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung. Tapi dia mengisyaratkan kebenaran adanya susunan kabinet itu. Saat dikatakan namanya termasuk dalam kabinet itu dia tertawa dan berkata akan pikir-pikir dulu kalau memang benar ada tawaran. "Saya pikir-pikir dululah, sebab menjadi menteri sekarang ini repot," ujar mantan Menteri Tenaga Kerja ini. Selain nama Marzuki, juga berhembus santer Habibie akan mengangkat tokoh kontroversial Nurdin Halid menjadi menteri koperasi. Lepas dari sosoknya yang kontroversial Nurdin saat ini tercatat menjadi Ketua Dekopin dan Inkud. Kader lain yang diperkirakan akan masuk adalah, Muladi dan Yunus Yosfiah yang tetap dipercaya masing-masing menjadi Menteri Kehakiman dan Menteri Penerangan. Yusril Mensesneg? Hingga kini belum diketahui siapa saja lima kader PPP yang sudah disiapkan masuk dalam kabinet. Melihat posisi Hamzah Haz yang saat ini "hanya" menjadi Wakil Ketua DPR RI, kemungkinan besar dia juga akan melompat dalam kabinet. Sementara tiga jatah untuk Fraksi Reformasi, salah satunya diperkirakan akan diberikan Presiden Partai Keadilan (PK) Dr Nurmahmudi Ismail. Mantan anak buah Habibie di BPPT ini kemungkinan akan menempati posisi Menristek yang dulu pernah melambungkan nama Habibie. Dihubungi di hotelnya, Nurmahmudi mengaku belum tahu adanya susunan kabinet itu. "Saya tidak tahu nama saya masuk kabinet Habibie," katanya. Saat ditanya apakah tawaran itu akan diterima, Nurmahmudi mengatakan akan dimusyawarahkan dulu di partainya. Dia ragu-ragu apakah masuk kabinet Habibie akan menguntungkan sebab komitmen PK melanjutkan reformasi dan itu sangat efektif kalau dilakukan di luar kabinet. Jatah PBB kemungkinan besar akan diberikan pada Prof Dr Yusril Ihza Mahendra. Mantan staf ahli Mensesneg Moerdiono dan penulis pidato Presiden Soeharto ini diperkirakan akan mendapat posisi yang sangat strategis, yakni menjadi Menteri Sekretaris Negara. Ditanya tentang hal ini, Yusril mengakui telah mendapatkan tawaran dari Habibie untuk masuk dalam kabinet. Namun dia tidak bersedia membuka jabatan apa yang ditawarkan Habibie. Kabarnya jadi Mensesneg? "Mungkin saja. Karena saya memang punya pengalaman menjadi staf Pak Moerdiono. Saya sendiri banyak belajar dari pengalaman itu." katanya enteng saat ditemui seusai menghadiri rapat Komisi IV yang bertugas membahas pertanggungjawaban presiden, Minggu (17/10) malam. Yusril menambahkan, yang menawari dirinya menjadi menteri bukan hanya Habibie. Kubu PDI Perjuangan dan Gus Dur, juga telah memberi tawaran pada dirinya. "Saya akan lihat dulu. Yang pasti saya tetap punya obsesi untuk membesarkan PBB menjadi partai besar dalam pemilu mendatang. Jika saat ini masuk enam besar, nanti saya harap bisa masuk tiga besar," kata Yusril. (dek, rum, sgp) ================================== Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]> ================================== ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
