Kelihatannya ada yang aneh dari Pernyataan Pak Nas.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada beliau,
menurut saya adalah sangat berbeda antara Pak Nas
dan Pak Amien. Yang sama hanyalah sama-sama menjadi 
Ketua Majelis. Itu saja.

Selain-nya ya jelas beda ; MPR sekarang adalah hasil
Pemilu, sedangkan MPRS kala itu bukan hasil Pemilu.
Cara Pemilihan Ketua juga beda.
Permasalahannya juga beda ketika itu. Demonstrasi
juga sangat ber-beda, baik misi dan suasananya,
yang tentunya penanganannyapun berbeda.

Sebetulnya tidak layak bagi saya mengomentari
pernyataan Jenderal Besar yang terhormat, tetapi
saya ingin mengingatkan bahwa yang saya dengar
cara pemilihan anggota MPRS kala itu adalah 
'main-tunjuk'.

Saya pernah berpikir ketika Pak Harto selalu 
mengumandangkan kata 'Konstitusional', saya suka
bertanya apakah penunjukan Pak Harto itu adalah
Konstitusional atau bukan.
  
Tapi ya sudahlah, mungkin informasi yang saya
terima memang salah, mungkin tulisan2 dibuku
Sejarahlah yang betul.

Saya masih berharap agar suatu ketika para 
sejarawan akan meluruskan semua informasi 
mengenai masalah disekitar pergantian Pimpinan 
Nasional kala itu.

Ada komentar ?

 
Salam,
bRidWaN

--------------------------
Jenderal Besar AH Nasution: 
Amien Rais Itu Seperti Saya

detikcom, Jakarta- Jenderal Besar Abdul Haris Nasution alias Pak Nas, 
mengakui posisi Amien Rais sebagai Ketua MPR sama seperti ketika 
dirinya menduduki posisi itu puluhan tahun lalu. "Apa yang dialami 
Amien Rais sebagai Ketua MPR sekarang, sama saja dengan saya dulu 
ketika jadi Ketua MPRS,� ujar Pak Nas...............................
....................................................................
http://www.detik.com/berita/199910/19991016-1518.htm

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke