From: "Andriecht" <[EMAIL PROTECTED]>
>Salam,
>Jangan terlalu mengagungkan bangsa barat deh, apalagi Amerika "Dajjal"
>Serikat itu,.
Perasaan nggak sampai 'mengagungkan' deh, cuma membandingkan saja, artinya
bahwa ada suatu tempat nun jauh di belahan bumi bagian barat dimana
penduduknya
sadar hukum dan mengakui supremasi hukum sehingga tidak bisa main maksa seenak
perutnya apalagi di tempat umum....
>Karena, tidak semuanya dapat melakukan demokrasi dengan tertib dan baik,
>lihat saja petani perancis, mereka berdemo dengan memblokir jalan, lihat
>bangsa Australia, yang berdemo dengan memukuli pelajar Indonesia, lihat di
>jerman, kalau neo nazi yang gundul itu lagi berdemo emangnya ente berani
>jalan-jalan didekatnya,.
Wah kok yang kelihatan yang jelek-jeleknya saja toh mas? Baiklah, kita lihat
lagi...petani Prancis yang demo dengan memblokir jalan itu akhirnya diapakan,
didiamkan saja atau disuruh minggir oleh para Gendarmes? Lalu demo kelompok
Skinheads Neo-Nazi itu walaupun bertampang seram apakah selalu mengarah ke
kekerasan, dan kalau sampai timbul kekerasan apakah kira-kira didiamkan saja
atau dihalau oleh polisi (bukan tentara lho ya!)? Dan yang paling penting,
apakah dengan mengatakan ini anda membenarkan perilaku berdemo di Indonesia
karena di Barat pun mereka juga melakukan demo yang serupa?? Seperti contoh
demo di Australia yang anda sebutkan, di luar apakah betul terjadi pemukulan
terhadap pelajar Indonesia apakah itu berarti kita dibenarkan apabila kita
demo
balik dan memukuli pelajar Australia? Okelah apabila tidak semua orang Barat
melakukan demonstrasi yang tertib dan baik, namun yang mempraktikkan secara
tertib dan baik juga tidak sedikit mas, daripada di Indonesia, demo bukannya
bondho air minum atau konsumsi tapi bondho nekat dan bondho
tongkat-batu-molotov cocktail....
>Jadi, tidak semua bangsa barat bisa berdemo dengan tertib dan baik,.buat apa
>kita terlalu merujuk kesana,
Hmmm, jadi kalau begitu to hell with Barat, kita nggak perlu belajar demo dari
sana, kita demo dengan cara adat dan budaya Indonesia aja, begitu mas?
>Seperti pengamat saja, mereka selalu bilang, " Di Amerika bla-bla,.,...bla",
>" di Konggres amerika,..bla..bla,."
>"Di perancis,..blalllla"
>
>Mungkin kurang PD-kali jika tidak merujuk kesana,..dalam membahas sesuatu,..
Mungkin saja, namun di sisi lain mengapa kita tidak membangun diri kita
sendiri
sehingga pada akhirnya pengamat Barat yang selalu bilang "Di Indonesia bla bla
bla, MPR di Indonesia berhasil bla bla bla, mahasiswa Indonesia bla bla
bla...". Tidak semua yang dari Barat jelek atau buruk, kalau memang ada hal
baik yang bisa dicontoh mengapa tidak toh mas? Kayak orang Jepang gitu lho
kalau memproduksi barang, 'nyolong' yang baik-baik dan bagus-bagus dari Barat
untuk diimprovisasi dan membuang yang jelek-jelek, bisa tidak kita seperti
itu?
>Tentang demonya PDI-P, no commentlah,.seperti kata Theo Sapii,.beribu-ribu
>darah massa PDI-P rela tumpah untuk menggolkan Bu Mega jadi president,.
Ih kok maksa sih....jadi ini toh demonstrasi a la Indonesia itu? Ya mestinya
kalau mencontoh dari Barat pun nggak apa-apa kan mas, wong sama-sama
parahnya...:-)
>Bu Mega! Ambil aja deh tuh kursi,.makan sampai habis,.\
Perlu disediakan saos sambel ato kecap biar lebih gampang masuknya?
>Semoga Tuhan bersedia memberika pencerahan pada hatimu itu,.
Amien.
Wassalam,
Paladin A.
ICQ 50753984
> -----Original Message-----
>From: Wisnu Ali Martono
[<mailto:[EMAIL PROTECTED]%5D>mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Monday, October 18, 1999 8:36 AM
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] DEMO = Pemaksaan HUKUM
>
>On Fri, 15 Oct 1999, Paladin A. wrote:
>
>> From: "Phantom Stranger" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: <[EMAIL PROTECTED]>
>> References: <[EMAIL PROTECTED]>
>> Date: Fri, 15 Oct 1999 10:00:48 +0700
>> Subject: Re: [Kuli Tinta] DEMO = Pemaksaan HUKUM
>
>> Ah tapi itu kan di Indonesia mas, kalau di luar negeri--di Amerika
>> misalnya--kalau sampai orang demo bikin macet lalu lintas tanpa izin dari
>> polisi bisa ditangkap dan dituntut mengganggu ketertiban mas!
>
>Saya setuju dengan info anda. Dan saya yakin, di negara beradab begitu
>juga aturannya. Tapi di Indonesia ini, anda bisa tanya pada kelompok
>cerdik pandai yang bergelar mahasiswa. Apakah mereka peduli bahwa aksi
>mereka memacetkan jalan dan membuat masyarakat mengumpat? Tidak akan.
>Tiran2 kecil itu tidak akan peduli.
>
>> Yang namanya
>> "peaceful demonstration" itu contohnya membuat lingkaran kecil,
>muter-muter
>> sambil bawa poster dan teriak-teriak atau juga terkadang membagi-bagikan
>> pamflet ke orang-orang yang sedang lalu-lalang, atau membuat "aksi diam",
>> duduk manis dan tidak mengatakan apa-apa, hanya modal poster, pamflet, dan
>> spanduk.
>
>Di Indonesia lain mas.
>Peaceful demo itu artinya mahasiswa Forkot melempari polisi dengan batu
>dan bom molotov. Sedangkan aksi kekerasan itu artinya polisi menggebuki
>demonstran Forkot yang melempari batu dan molotov. Agak beda ya
>definisinya?
>
>> Kalau ngomong pemaksaan, yah namanya juga demo alias unjuk rasa,
>> sarana terakhir untuk mengutarakan pendapat kalau cara-cara yang lebih
>> "halus" nggak ngefek....tapi yang jelas demo itu nggak mesti acuh terhadap
>> lingkungan, malah suatu aksi demo itu tidak boleh mengganggu orang lain
>> yang tidak ikut serta berdemo, jadi tetap menghargai pendapat orang lain.
>
>Wah, di Indonesia tidak begitu mas.
>Unjuk rasa itu artinya demo sambil merusak yang bisa dirusak, dan nyolong
>apa yang bisa dicolong. Demo kan punya hak khusus mas.
>
>> Inilah inti dari kebebasan berbicara, silahkan berpendapat namun juga
>> mengakui dan menghargai adanya perbedaan pendapat. Andaikata para peserta
>> demo kita sudah belajar cara demo yang baik ini insya Allah nggak akan
>> jatuh korban, malah bisa lebih efektif daripada belum apa-apa sudah main
>> pentung, lempar batu dan molotov cocktail, ini mau demo atau mau perang?
>> Sekalian bikin senapan rakitan aja, kok nanggung begitu....
>
>Disini kebebasan bicara itu artinya PDI-P dan kelompoknya boleh bicara,
>yang lainnya mesti diam. Agak beda sih.
>
>WAM
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!