Bung Paladin,

We are in the same side. Thank's

Have a nice day.

��


----- Original Message -----
From: Paladin A. <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 19 October 1999 13:11
Subject: Re: [Kuli Tinta] DEMO = Pemaksaan HUKUM



From: ��c= <[EMAIL PROTECTED]>

>----- Original Message -----
>From: Paladin A. <[EMAIL PROTECTED]>
>>Serikat itu,.
>
>Perasaan nggak sampai 'mengagungkan' deh, cuma membandingkan
>saja, artinya
>bahwa ada suatu tempat nun jauh di belahan bumi bagian barat
>dimana
>penduduknya
>sadar hukum dan mengakui supremasi hukum sehingga tidak bisa
main
>maksa seenak
>perutnya apalagi di tempat umum....
>=============================
>
>Bung, dibeberapa negara bagian disana, Anda akan di borgol di
>depan umum kalau tidak membawa lisence. Bahkan di jail bila
>speeding.

Jadi betul dong yang saya maksud tentang adanya supremasi hukum,
kalau
ternyata memang melanggar hukum akan dikenai sanksi? Tidak
membawa licence,
melewati batas kecepatan, itu kan pelanggaran? Kalau ternyata
sanksinya
seperti itu (langsung diborgol dan/atau dipenjara), itu kan
tergantung
kebijakan masing-masing negara bagian, yang paling pokok adalah
hukum tetap
ditegakkan.

>Pernah melihat video yang membuat geger rakyat Amerika ketika
>polisi-polisi CA menendangi pengemudi yang speeding dan itu
>dilakukan di depan umum?

Oh itu, the Rodney King incident? Yang kemudian berakibat
kerusuhan rasial
di Los Angeles? Saya belum melihat videonya, tetapi saya mengerti
peristiwanya. Apa yang terjadi? Beberapa polisi kulit putih
memukuli
seorang kulit hitam 'hanya' karena overspeeding? Lalu ternyata
kejadian itu
terekam dan menimbulkan kemarahan warga kulit hitam? Kalau yang
ini bukan
demo lagi, tapi memang kerusuhan sebagai luapan emosi atas
perilaku
ketidakadilan dan diskriminasi rasial dari aparat penegak hukum.
Masalah
dilakukan di depan umum, tetap tidak membenarkan kelakuan
polisi-polisi
itu, walaupun mungkin sanksi bagi para pelaku kurang atau tidak
ada,
bukankah ada 'sanksi' dari masyarakat berupa kerusuhan? Ada aksi
ada
reaksi....

>Comon Bung, selalu ada the bad side and the good side.

Saya kutip sedikit dari posting saya sebelumnya, ".....tidak
semua yang
dari Barat jelek atau buruk, kalau memang ada hal baik yang bisa
dicontoh
mengapa tidak toh mas?". There's always a bad side and a good
side to
everything, that I will not deny, tetapi sekarang terserah kita
mau
'melahap' yang mana, yang baik atau yang buruk? Apa memang betul
lebih
mudah melihat yang buruk daripada yang baik?


Wassalam,

Paladin A.
ICQ 50753984




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke