Saya salut pada lateral thinking bung Fahry Ali yang mengusulkan agar SUMPR
dibreak sampai dengan Keputusan MPR atas PPJ Habibie, lalu untuk pemilihan
Presiden dilakukan secara langsung saja. Mungkin perlu waktu 1-2 bulan dan
tambahan biaya, tetapi itu jauh lebih baik dan lebih 'murah' dibanding harus
meriskir revolusi atau disintegrasi sosial yang akan membuat negeri ini set
back lebih jauh lagi.
Kalau pemilihan Presiden tetap dilanjutkan dengan skenario yang ada (voting
di MPR), siapapun yang menang akan menghadapi prasangka dan kesan negatip,
sehingga menghambat kinerja Presiden, dan lagi lagi rakyat yang menanggung
biayanya.
Keadaan ini perlu disikapi dengan lateral thinking, karena situasinya sudah
tidak layak disolusi dengan parameter normal.
Yap
>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>CC: "Megawati Soekarnoputri" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Massa Megawati Ancam Lakukan Revolusi
>Date: Tue, 19 Oct 1999 08:05:21 +0700
>
>Seandainya saja Mega mau turun ke jalan dan melalui TV untuk
>meminta masanya kembali tempat masing-masing dan mempercayakan
>proses pemilihan ke wakil-wakil mereka di MPR serta menerima
>apapun hasil keputusan MPR nanti.
>
>Namun bagi Habibie mungin persoalannya agak lain. Yang ngotot
>justru bukan Habibie namun orang-orang disekitarnya. Anda mungkin
>benar Bung Yap. Masih ingat ketika pertama kali naik Habibie
>mengatakan "saya tidak ingin menjadi Presiden nanti dan saya
>hanya ingin mengantar bangsa ini" (videonya masih bisa diputar
>lagi). Itulah Habibie yang sesungguhnya, setelah itu dia sudah
>mulai tercemari. Saya khawatir, sinyalemen Mochtar Pabotinggi
>benar adanya. Kalau masa Mega dikatakan irasional maka bagaimana
>dengan orang disekeliling Habibie yang mengatakan bahwa diterima
>atau ditolak Habibie akan tetap maju untuk menjadi Presiden?
>
>��
>
>
>----- Original Message -----
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 19 October 1999 05:02
>Subject: RE: [Kuli Tinta] Massa Megawati Ancam Lakukan Revolusi
>
>
>Saya yakin kalau bebas memilih, pak Habibie-pun akan lebih enjoy
>kalau boleh
>meninggalkan bursa Capres ini, asalkan dengan terhormat.
>Privelege dia kan sudah tingkat dunia, mau cari apa lagi? Tidak
>tersirat
>sedikitpun ambisi pribadinya untuk mempertahankan kursi itu, dari
>beberapa
>ucapan spontan yang sering saya saksikan langsung (baik lewat TV
>maupun
>tidak). Hal yang sama juga saya lihat pada pak Harto ketika harus
>menduduki
>masa jabatannya yang ketujuh. Tetapi lingkungannya yang sudah
>terlanjur
>tidak bersih itulah yang mendorong dorong, yang ujung ujungnya
>untuk
>kepentingan pribadi, yaitu mencari penyelamatan diri atas
>'kekeliruan' yang
>mereka perbuat dimasa lalu, sehingga memanfaatkan rasa setia
>kawan pak
>Habibie secara salah, dengan berusaha mendesaknya untuk tidak
>mundur dari
>pencalonan, agar tetap dapat dijadikan tempat berlindung. Kalau
>pak Habibie
>tidak disana, dan bukan dari kelompok Golkar Presidennya,
>nampaknya
>pemasaran spring bed dan home theatre ke Cipinang akan laku
>keras.
>
>Bagi Mega, urusan mundur dari pencapresan itu lebih ringan,
>karena hanya
>tinggal menggaris bawahi politik anti kekerasan yang sering
>dilontarkannya.
>Dalam konstelasi perubahan UUD seperti yang terjadi seperti ini,
>menjadi
>Presiden sama sekali nggak ada keistimewaan apapun. Dan inilah
>yang benar,
>sehingga nggak masalah siapapun Presidennya.
>
>Saya kira bagi Capres yang berani mengumumkan pengunduran
>dirinya, dengan
>alasan menghindari kekerasan, akan jauh mendapat simpati lebih
>besar, dari
>pada maju terus dan menang. Apalagi kalau kalah.
>
>Yap
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!