Ha..ha..ha...kelihatannya waktu membuat mail ini sedang lagi emosi
yah....kelihatan tuh dari tulisannya.
Sebaiknya ketik dengan tenang, & jangan emosi. Karena semua itu akan menutup
daya nalar & inteligensi kita waktu menulis. Wong yang baca nanti kan akan
menilai.....tidak langsung percaya gitu aza dong.

Sebagian ada benar juga analisa anda, dan sebagian kayaknya hanya kurang
tepat & menutupkan fakta. Saya hanya komentar yang kurang tepat (menurut
saya !!).
PDIP itu konvensional, memegang teguh aspirasi pemilihnya, & yang sesuai
platformnya, yaitu dengan kata gampangnya anti-SQ diantaranya. Itupun juga
pada mulanya dikatakan & ditiupkan AR pada masa-masa sebelum SU.

Dengan prinsip & posisi seperti ini menyebabkan PDIP terjerembab, tidak bisa
koalisi dengan sesama partai nasionalis (Golkar), dan jelas tidak diterima
oleh PT. Sementara suara lainnya dari KKI, TNI/Polri, PDKB & PKB tak
mencapai 50%+1 suara. Sementara Golkar yang dicap SQ jelas memandang PDIP
musuh serius & berkolaborasi ke PT. Itu sih sah-sah saja secara teori, tapi
menjadi aneh saat dihubungkan dengan moral, etika & hati nurani yang
seharusnya sesuai dengan aspirasi pemilihnya, meskipun hanya sesaat. Itu
yang disebut dagang-sapi. Sepertinya elit politik sudah mempunyai kedaulatan
penuh dari pemilihnya dalam segala hal. Wong edan kan kalau begini.

Trims, FW.



> -----Original Message-----
> From: Alvian Marzan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Mathori nggak-ngeh (kaget) kalo jaman sudah berubah. Atur-mengatur nggak
> segampang jaman dulu lagi, jaman dia di PPP. Mathori kalap, belum dapat
> jabatan apa-apa. Skenario matang ketua MPR oleh PKB/PDIP jeblok lantaran
> Amin Rais, yang bahkan pencalonannya hanya 2 jam sebelum pemilihan.
> Mathori
> kalap, soalnya udah risih bermanja-manja dg Gus Dur. Gus Dur punya anak
> angkat baru, yang lebih smart...
> 
> Alvi
> 
> PS: Sejak saya subscribe kuli-tinta (dan beberap milis lain), belum
> satupun
> saya melihat ada orang PKB lewat, ataow ngomong. Masak sih nggak ada sama
> sekali di antara sekian subscriber, kamooon ngomong....ngomong....!.
> 
> Saya orang NU (ritual ibadah) tapi nggak milih PKB. maaf.
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Milis Mimbar Bebas <[EMAIL PROTECTED]>; Millis Kuli-Tinta
> <[EMAIL PROTECTED]>; Milis Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, October 18, 1999 5:14 AM
> Subject: [Kuli Tinta] JURUS SIMPANAN PDIP
> 
> 
> > Ada bocoran  yang beredar dilantai sidang MPR. Karena benar tidaknya
> masih
> > patut dipertanyakan , sebaiknya jangan disebar kemana-mana dulu. Cuma
> > spesial buat kita saja.
> > Ini mengenai jurus simpanan PDIP yang dinanti-nanti banyak pihak.
> > Sstttttt......
> >
> > Begini. Habibie harus dihabiskan lebih dahulu. Dengan segala cara harus
> > dijegal pencalonannya. Yang bisa maju tinggal dua: Gus Dur dan Mega.
> Setelah
> > itu terbitlah surat keterangan dari RSCM : Gus Dur invalid atau tidak
> sehat
> > untuk jadi presiden. kemudian : Gooooooooooooooool !!
> > Mega-pun bertahta . Rakyat gembira dan kaya semua.
> >
> > Tampaknya bocoran tersebut ada dasarnya. Ini kelihatan bagaimana anggota
> > waras PDIP Kwik Kian Gie menemani anggota PDIP yang lain ( yang
> menumpang
> di
> > PKB) Matori dalam orasi di lantai bursa. Mulut Matori tidak bisa
> bertahan
> > lama. Dol  : "Ganyang Habibie ! Ganyang Wiranto !" serunya dengan
> histeris
> > dan heroik. Rupanya waktu sudah sedemikian mendesak. Jurus baik tidak
> bisa
> > disimpan lagi lama-lama. Habibie kok ngeyel terus , nih !
> >
> > Pertunjukan menjadi semakin asyik. Anjuran saya marilah kita menonton
> ini
> > semua seperti pentas tinju Tyson atau Manchester lawan Barcelona.
> Bagaimana
> > langkah-langkah poros-Tengah selanjutnya ? Bagaimana langkah para Master
> ?
> > Apakah papan-catur akan dibuat berantakan ?
> >
> > Tentunya asal cara-cara biadab darah-darahan, api-apian, jarah-jarahan
> bisa
> > dihindarkan. Jakarta semakin tegang. Preman-Preman dan atau Massa PDIP
> > dengan gilanya sedang berusaha menguasai kota .  Mau kalah kok ya panik,
> ya
> > maaas !
> >
> > Mau baca soal Matori secara lengkap , bukalah Detik.com :
> >  http://www.detik.com/berita/199910/19991018-1402.htm
> >
> > Wassalam
> > Abdullah Hasan.
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke