On Tue, 26 Oct 1999, Daniel H.T. wrote:
> Heran selalu agama dibawa-bawa. Soal reputasi kedua org itu mungkin kita
> bisa sepakat reputasi mrk jelek. Tetapi sekali lagi kenapa agama selalu
> dibawa2?
WAM:
Kebetulan, agama mereka memang itu.
> Saya mau tanya apakah WNI yg beragama Kristen tidak mempunyai hak yg sama
> dng WNI beragama Islam? Apakah menentukan segala sesuatu yg terkait
> sosial-politik harus selalu dilihat dari sudut agama terlebih dulu?
WAM:
Oh, tidak mas.
Sama punya haknya. Mereka boleh berencana mendirikan partai, berencana
menjadikan menteri, presiden dsb. Demokrasi mas.
Yang saya tidak setuju, dan bukan cuma saya, kalau mereka menyembunyikan
asal agamanya. Karena, dengan menyembunyikan agamanya mereka dapat
mengelabui sebagian besar pemilih beragama islam yang tidak tahu. Bahwa
agama akan ikut berpengaruh dalam kehidupan politik, anda tidak bisa
membantah itu. Bayangkan, PDI-P yang ditopang sedemikian besar rakyat
beragama Islam ternyata mempunyai caleg begitu banyak yang berasal dari
non-Islam. Apakah para pemilih itu tahu bahwa orang2 yang mereka serahi
suara mereka ternyata bergama lain? Itu yang jadi masalah.
Andaikata PDi-P dengan terang2an, seperti PBB atau PK menyatakan bahwa
mereka agak berkaitan dengan agama, saya tidak akan protes. Tapi, ini
lain.
Apakah anda akan protes jika saya katakan PDi-P elitnya dikuasai kelompok
non_Islam? Sabam Sirait, Aberson, Alex Litaay, Jacob Tobing, Theo Sjafei.
Islam kah mereka?
Mereka juga punya hak berpolitik, ya, saya setuju.
Yang tidak boleh adalah membohongi konstituennya.
> Org Irian, Ambon, Batak, Manado, dll yg WNI asli tapi mayoritas agama
> Kristen, tidak punya hak yg sama? Dan harus selalu disingkirkan karena
> faktor agama itu? Kapan kita bisa maju kalau terus mempertentangkan soal2
> seperti ini? Bisa jadi kita terus bertengkar seperti ini, sedangkan negara
> lain udah jauh meninggalkan kita.
WAM:
Tidak. Mereka punya hak yang sama. Saya tidak pernah mengatakan bahwa
orang non-Islam atau suku lain mesti dikecilkan. Tidak. Bukan itu
masalahnya.
Kejujuran yang diperlukan. Adalah tidak lucu kalau saya pura2 beragama
Nasrani, lalu memanfaatkan ketidaktahuan warga Nasrani, untuk membuat
kebijakan yang merugikan kaum Nasrani.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!