On Tue, 26 Oct 1999, Arief Rakhmatsyah wrote:
> Untuk soal ini Partai Krisna atau Partai Katolik .... apa namanya, jauh
> lebih terhormat.
> Riev
WAM:
Sepanjang yang saya tahu, keduanya adalah _partai haram_ yang tidak
direstui gereja. Tidak direstui, karena akan mencegah dukungan orang2
Islam. Lain jika berlindung di bawah PDI-P. Akan banyak sekali (dan ini
terbukti) suara ummat Islam yang masuk. Meski partai itu pada dasarnya
dikuasai elit non-Islam. Dan saya anggap itu adalah penipuan terhadap
konstituen.
Saudara2 saya, yang biasanya sangat kritis, menjadi tumpul daya kritisnya
manakala menyangkut PDI-P. Karena kesamaan agama mereka. Jadi, salahkah
kalau saya katakan PDI-P adalah _partai kamuflase_ warga non_Islam?
Kalau gereja menggalang pengumpulan massa (di Senayan sebelum Pemilu)
dengan mendatangkan Pius (yang kemudian menjadi caleg PDI-P), salahkah
saya jika mengatakan bahwa gereja telah _ikut main_ dalam kemenangan
PDI-P?
Saya tidak pernah ingin membatasi hak politik warga non-Islam. Yang saya
kehendaki adalah kejujuran.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!