> -----Original Message-----
> From: Phantom Stranger [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, October 27, 1999 1:03 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Selamat kpd Ibu. Megawati
>
>
> From: Arief Rakhmatsyah <[EMAIL PROTECTED]>
> > Motong mailnya terlalu banyak, konteksnya jadi enggak nyambung dengan
> > sebelumnya.
> >
> > Mungkin kata 'lebih terhomat' sebaiknya saya ganti dengan 'lebih jantan'
>
> > From: Phantom Stranger <[EMAIL PROTECTED]>
> > > From: Arief Rakhmatsyah <[EMAIL PROTECTED]>
> > > > Untuk soal ini Partai Krisna atau Partai Katolik .... apa namanya,
> jauh
> > > > lebih terhormat.
> > > -----------------------
> > > jadi partai yang tidak memakai agama dianggap lebih rendah
> kehormatannya
> > > daripada yang pake agama?
> > > jadi di Indonesia ini, sebuah partai yang nasionalis adalah tidak
> > terhormat?
> --------------------------------------------------------------------------
> --
>
> ini konteksnya ( mohon koreksinya kalo salah ) :
> WAM bilang, dalam postingnya ( ini sebagian )
> "... Yang saya tidak setuju, dan bukan cuma saya, kalau mereka
> menyembunyikan
> asal agamanya. Karena, dengan menyembunyikan agamanya mereka dapat
> mengelabui sebagian besar pemilih beragama islam yang tidak tahu.... "
>
> lalu anda mengomentari posting itu dengan menulis :
> " Untuk soal ini Partai Krisna atau Partai Katolik .... apa namanya, jauh
> lebih terhormat."
>
> dan sekarang anda mengganti kata lebih terhormat dengan kata lebih
> jantan..
>
> sekarang saya mengomentari :
>
> kenapa dibilang lebih jantan?
> apa karena memberi partainya label agama maka terlihat jantan?
> apa tidak ada tempat di Indonesia ini buat partai nasionalis?
>
> dalam partai yang nasionalis, apa perlu membawa2 agama?
> kalo tidak perlu membawa2 agama, untuk apa memberitahukan orang2 tentang
> agama masing2 anggotanya?
> dan karena tidak memberitahukan agamanya, karena dianggap tidak perlu,
> mengapa dibilang tidak jantan/terhormat?
>
----------------------------------------------------------------------------
-----
Ikut nimbrung ya.
Saya rasa yang dimaksud Phantom adalah bahwa ada orang-orang yang
dianggap membawa misi agamanya untuk menekan agama lain ke dalam sebuah
partai nasionalis.
Jadi di sini ada asumsi bahwa orang-orang tersebut telah menipu
rakyat awam yang tahunya bahwa mereka tidak membawa kepentingan/misi apapun
dari agama mereka, murni semata-mata nasionalis.
Padahal menurut saudara Phantom dengan berkedok nasionalis tersebut
mereka akan melakukan penekanan ke agama lain bila berkuasa kelak.
Soal asumsi tersebut benar atau tidak, saya tidak akan ikut
memperdebatkan.
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!