mBin ikutan:
 
From: hestu ciptohandoyo <[EMAIL PROTECTED]>
: betul dan betul itu. Banyak sekali tradisi militer yang sudah melekat
dan berirat berakar di dalam seluruh sistem kehidupan kemasyarakatan.
Bahkan di dunia Pendidikan pun demikian. Kita bisa melihat bagaimana
dosen-dosen dan guru-guru di seantero Indonesia disuruh berseragam,
berupacara, berapel, dan ber-ber lainnya.

sejak kapan budaya militeristis di ina bermula ?
apakah pola fasisme dan militerisme jepang begitu merasuk sungsum
masyarakat ?
padahal hanya 3,5 tahun mereka menguasai bumi nusantara ini.

ataukah sebenarnya bangsa ini adalah bangsa fasis dan militeristis dari
sononya,
yang hidup subur pada budaya yang feodalistik,
dan menemukan bentuk idealnya pada pola jepang,
seragam, hirarkis dan upacara ritual kesetiaan...

tetapi kenapa budaya malu dan harga diri tak tumbuh di sini,
budaya lunak menghilangkan urat malu harga diri..
malu adalah untuk tidak diakui khalayak,
dan harga diri adalah kursi dan materi.
 
: Di lingkungan peserta didikpun demikian adanya. Kalau ada peserta
didik yang tidak sesuai dengan kehendak pengajar maka matilah karir
prestasi mereka itu. Ini berarti di bidang pendidikan harus segera
direformasi. Banyak kurikulum yang pada hakikatnya merupakan titipan
dari pemerintah atau rezim lama. Ambil contoh saja mata kuliah yang
masuk dalam rumpun MKU. 
: Proses pendidikan dan pengajaran di jagat pendidikan Indonesia
mengarah pada bentuk robotisasi, pawangisasi, dan instan. Peserta didik
tidak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan nalar
dan budi. Mereka harus sama persis dengan pengajar. Ini harus segera
berubah, kalau tidak jangan disalahkan jikalau generasi penerus akan
menjadi kuli-kuli intelektual yang hanya mengekor para pendahulunya
saja.  

darimana musti diubah duluan ?
mungkinkah satu persatu atawa serentak ?
dari atas, bawah, sistem atawa hantam semua ?

: On Wed, 9 Feb 2000 19:35:15    eg wrote:
: >Briefing mah istilah militer Kang Marto, bukan istilah akademik.
: >Apa ada penjlentrehan yang indoktrinatif dalam lingkungan akademik
: >kecuali di jaman Orba.

kelihatannya, budaya tersebut masih akan tertanam dan bertumbuh,
di masa yang akan datang pada rezim apapun..

: >Nah yang di SD lebih hebat lagi. Kalau menjawabnya tidak sesuai
: >dengan buku atau gurunya maka jawaban itu disalahkan. Pantesan
: >nalarnya pada nggak jalan..! Logika berpikir tidak dikembangkan,
: >pokoknya harus benar!

akhirnya kan nggak cuman di sd aja to mas ?
di mana-mana bahkan sampe di ngunipersitas, je...

: >Ini sungguh-sungguh melangar hak azasi manusia lho.

lho,
hak azasi ne sapa ?
emangnya ada yang punya, to ?


salam,
mBin

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke