mBah Soeloyo
Moderator ML JOWO WOJOSETO
SURADIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI
langganan: [EMAIL PROTECTED];
berhenti: [EMAIL PROTECTED]
japri: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/wjseto
http://www.egroups.com - Simplifying group communications
+ikutan nggadur, biar seruuuuu....
mBin ikutan:
From: hestu ciptohandoyo <[EMAIL PROTECTED]>
: betul dan betul itu. Banyak sekali tradisi militer yang sudah
melekat
dan berirat berakar di dalam seluruh sistem kehidupan kemasyarakatan.
Bahkan di dunia Pendidikan pun demikian. Kita bisa melihat bagaimana
dosen-dosen dan guru-guru di seantero Indonesia disuruh berseragam,
berupacara, berapel, dan ber-ber lainnya.
+lho seragam itu kan yang masih disenangi oleh budaya asia to?
buktinya begitu kran pembentukan partai dibuka, langsung panen
para usaha garment... bikin seragam partai. seragam juga
mencerminkan
suasana pikiran kok mas. artinya yaaa kalau seragamnya otomatis,
nggak pakai ba-bi-bu, tahu-tahu pakai.. brarti "isi pikrannya
seragam
pula.." hehee.... leluhur jaman dulu telah menengarai: "sakalir kang
rumagang bakal ngumpul sajuru-juru" (semua bentuk kehidupan akan
mengumpul sama golongannya)
sejak kapan budaya militeristis di ina bermula ?
apakah pola fasisme dan militerisme jepang begitu merasuk sungsum
masyarakat ?
padahal hanya 3,5 tahun mereka menguasai bumi nusantara ini.
ataukah sebenarnya bangsa ini adalah bangsa fasis dan militeristis
dari
sononya,
yang hidup subur pada budaya yang feodalistik,
dan menemukan bentuk idealnya pada pola jepang,
seragam, hirarkis dan upacara ritual kesetiaan...
+ya jelas itu watak asli-sli bangsa ini to mbin? terutama bangsa
jawa...
lha lihat saja cerita kethoprak. orang dibilang mengabdi ke keraton
mengharap anugerah raja, pasti deh jadi "sorodadu mikul linggis".
pertama masuk jadi krucuk (damarwulan malah nggak diterima jadi
pam-kepatihan, cuman dijadiin tukang rumput... hehe), kemudian
ikutan perang dapat membunuh sorodadu musuh yang cukup beken,
terus diangkat jadi lurah-prajurit (dan-ru kali ya?), kemudian
ikutan
perang lagi, regunya berhasil mengecoh musuh lah misalna, terus
dinaikkan jadi lurah tamtama (prajurit inti), terus perang lagi,
menang lagi
dinaikkan jadi TUMENGGUNG.. tinggal manggung-manggung ndeketin
kaputren terus nyulik putri raja, dimarahin, minggat. balik lagi
KUDETA..
hahaha gitu kan cerita negara kethoprak reruntuhan indonesia
sekarang?
(lha rajanya ternyata dah ganti sih....)
tetapi kenapa budaya malu dan harga diri tak tumbuh di sini,
budaya lunak menghilangkan urat malu harga diri..
malu adalah untuk tidak diakui khalayak,
dan harga diri adalah kursi dan materi.
+jangan pakai contoh jepang ah, bikin malu aja. (masih punya lho
aku budaya malu). lha di sini waktu murid SD masuk gerbang yang
nyambut ngucapin "OHAYOU GOZAIMASU" malag wakil kepala
sekolah atau malah kepala sekolahnya sih, mBin!
: Proses pendidikan dan pengajaran di jagat pendidikan Indonesia
mengarah pada bentuk robotisasi, pawangisasi, dan instan. Peserta
didik
tidak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan nalar
dan budi. Mereka harus sama persis dengan pengajar. Ini harus segera
berubah, kalau tidak jangan disalahkan jikalau generasi penerus akan
menjadi kuli-kuli intelektual yang hanya mengekor para pendahulunya
saja.
+mas, selama "SERTIFIKAT" masih jadi ukuran, dan gelar akademik
masih menggantikan gelar kebangsawanan, hal-hal beginian sulit
dihindari. tambah lagi, ya itu.. budaya malu-nya hilang.
: On Wed, 9 Feb 2000 19:35:15 eg wrote:
: >Briefing mah istilah militer Kang Marto, bukan istilah akademik.
: >Apa ada penjlentrehan yang indoktrinatif dalam lingkungan akademik
: >kecuali di jaman Orba.
kelihatannya, budaya tersebut masih akan tertanam dan bertumbuh,
di masa yang akan datang pada rezim apapun..
+ya kalau gitu kita ikutan aja biar sekali-sekali daper enaknya....
gitu lhooo.
: >Nah yang di SD lebih hebat lagi. Kalau menjawabnya tidak sesuai
: >dengan buku atau gurunya maka jawaban itu disalahkan. Pantesan
: >nalarnya pada nggak jalan..! Logika berpikir tidak dikembangkan,
: >pokoknya harus benar!
+yeeee, mas aswat nih gimenong? lha itu kan demi memenuhi kesera-
gaman dan kemudahan dalam proses komputerisasi masa kini?
makanya ada kisi-kisi, ada buku cbsa, dll.... yaaaa biar mudah lah
urusannya.. masalah hasil anak didiknya "dlosoran" semua aikyunya
MANA ADA URUS!
akhirnya kan nggak cuman di sd aja to mas ?
di mana-mana bahkan sampe di ngunipersitas, je...
: >Ini sungguh-sungguh melangar hak azasi manusia lho.
lho,
hak azasi ne sapa ?
emangnya ada yang punya, to ?
+hahahaaaa..... mbbiiiin.. mbin kalau belon kenal sama bung azasi,
ngaku saja lah....
salam,
mBin
+laos, (temennya daun salam buat bumbu rawon....)
mBahSoel
__________________________________________________
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!