NGGILANI ! Menjijikkan ! Demikianlah arti kata ungkapan bahasa Jawa
tersebut. Demikianlah kalau kita melihat tai atau muntah yang
terang-terangan berjorok-jorok dimuka kita. Atau makanan yang samasekali
tidak kita suka. Atau pada sesuatu yang tidak biasa kita makan, tapi dimakan
seseorang.

Kadang-kadang ungkapan tersebut muncul pula dikepala kita tatkala melihat
adat istiadat yang lain sekali dari punya kita. Apalagi kalau terasa mau
dipaksa dijejalkan dimulut kita. Jilbab-pun suatu waktu bisa nggilani.
Kopiah haji dan azan maghrib bisa nggilani. Ya simbol-simbol agama bisa
nggilani dan menyesakkan napas bagi seseorang . Bukan cuma babi.
Barongsai-pun bisa nggilani. Klenteng bisa nggilani.  Gereja atau Mesjid
bisa nggilani.

Lha wong Amin Rais bisa nggilani. Apalagi Wisnu WAM atau Ferli. Lha wong
Megawati yang ndak bisa ngomong saja bisa nggilani. Apalagi Mbah Soel dan
Gigih Nusantara. Apalagi Pabu Sacilat yang namanya saja amat nggilani.
Apalagi Abdullah Hasan yang suka ngoceh ndak karuan ....

Kalau kita cuma mau ngomong dengan terang dan nikmat bahwa anda "nggilani".
Kemudian kita berusaha menyajikan logika bahwa "mereka" adalah bagian dari
tolol dan fanatik dan keterbelakangan.Dan kemudian kita gembira melihat
"mereka" marah dan emosi. Kemudian kita gembira bila melihat "mereka" pergi.
Kemudian kita gembira disini tinggal kita-kita yang seragam seia-sekata
tidak eyel2an. Ya betul : mari bubar saja.......

Wassalam
Abdullah Hasan.




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke