lama sudah saya tidak mengikuti kulitinta yang berbobot ini. Banyak kesibukan yang 
harus saya lakukan sehingga tidak sempat untuk menikmati dan aktif di kulitinta ini.

Saya baru tahu bahwa di kuli tinta ini muncul seseorang yang mengatas namakan dirinya 
sang Pabusacilat. Alih-alih dari kemunculan tersebut bak gelombang samudra yang 
menghempaskan apa saja yang ada dihadapannya.

Saya tidak akan mempersoalkan nama yang anda pakai untuk berinteraksi di kuli tinta 
ini. tetapi yang saya permasalahkan adalah posting anda yang naga-naganya membela kaum 
nasrani (padahal adan sendiri menyatakan secara "terbuka" sebagai islam abangan).

Posting yang anda sampaikan semata-mata adalah untuk meng-counter postingnya Mas 
Wisnu. Menurut saya Posting yang disampaikan oleh mas Wisnu itu bersifat jujur dan 
terbuka. Anda boleh saja meng-counter posting tersebu berdasarkan persepsi anda. 
tetapi bagi saya counter yang anda sampaikan memang terkesan berpihak. Padahal selama 
ini kuli tinta justru lebih menampilkan kajian-kajian yang akurat ilmiah dan 
konseptual.

Saya mempunyai kesan anda membela kaum nasrani. Secara pribadi saya mengucapkan terima 
kasih. tetapi perlu anda ketahui di dalam ajaran iman yang saya ikuti selama ini (saya 
katolik) ditegaskan bahwa "Jikalau kamu memberikan sedekah kepada sesamamu, maka 
tangan kiri kamu janganlah sampai mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanan 
kamu".

Dengan demikian kalaupun sedekah ataupun bantuan seperti yang dilakukan oleh para 
misionaris dan umat katolik itu tetap dicurigai - seperti yang anda sinyalir tersebut 
- pada hakikatnya bagi ajaran iman tidak menjadi persoalan. Toh ini merupakan refleksi 
dari ajaran iman yang telah saya sebutkan di atas.

Saya sangat setuju dengan pendapat yang dikemukakan oleh Mas Ferli. Bahwa dengan 
langkah anda yang terkesan membela kaum nasrani tidak menjadikan kaum nasrani bangga. 
Karena bagi kaum nasrani kebanggaan tersebut sifatnya sangat duniawi.

Kebanggaan kaum nasrani adalah jikalau ia dapat melayani sesama, mencintai sesama. 
Seperti yang diajarkan oleh Yesus Sang Anak Manusia : "Berbahagialah engkau yang 
membukakan pintu ketika aku mengetuk, karena merekalah yang akan memperoleh kerajaan 
surga".

"Berbahagialah engkau yang menolong sesamamu yang hina dina, karena engkalah yang 
mengenal kerajaan Allah".

"Berbahagialah engkau yang rendah hati, karena dari situlah engkau akan ditinggikan"

Dari posting yang anda sampaikan selama ini, memang ada butir-butir mutiara yang mampu 
mencerahkan kita semua. tetapi alangkah bernilai jika mutiara-mutiara tersebut di oleh 
lagi menjadi perhiasan yang sangat bernilai harganya.

Olahan tersebut sangat tergantung dari si pengolah yang pada intinya didasarkan pada :
1. apresiasi terhadap mutiara itu sendiri.
2. kerendahan hati dan ketajaman budi.
3. Kemampuan olah pikir dan olah emosi (seperti yang anda sampaikan dalam kecerdasan 
emosional).

Dalam menyampaikan gagasan anda di kulitinta ini, anda belum menerapkan ketiga 
persyaratan tersebut di atas. Hal ini disebabkan anda hanya mengemukakan berbagai 
kegalauan hati dan kecemasan emosi. Anda tidak memberikan solusi mengenai 
persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh republik ini.

Oleh sebab itu agar mutiara-mutiara (sayapun merasa tercerahkan oleh gagasan anda) 
yang anda sampaikan tambah berharga dan bermanfaat, maka untuk waktu-waktu yang akan 
datang berilah alternatif solusi pada persoalan yang anda sampaikan tersebut.

Ini semua perlu dilakukan agar tidak terjadi perdebatan yang lucu-lucu dan vulgar di 
dalam kuli tinta yang sama-sama kita cintai ini. Dan pada akhirnya komunitas yang ada 
di kuli tinta ini semakin banyak tidak berkurang seperti kecenderungan sekarang yang 
mulai melepaskan diri satu persatu gara-gara terjadi diskusi dan debat yang vlgar 
tersebut.

Saya juga mempergunakan e-mail gratisan. Dan sayapun pernah di kritik oleh teman 
tercinta saya Mas Ladrang Cumanthoko. Tetapi pada waktu itu saya mengajukan berbagai 
argumentasi - walaupun terkesan hanya sebagai argumentasi pembenar atas tindakan saya 
sendiri.

Oleh sebab itu marilah kita mempergunakan fasilitas yang ada dengan baik, dan jangan 
disalah gunakan. Sehingga walaupun gratis kita tetap mempergunakan fasilitas tersebut 
sesuai dengan peruntukkannya.

Salam merdeka menuju Indonesia baru.  
--

On Thu, 17 Feb 2000 13:38:33   pabu sacilat wrote:
>Sungguh saya menjadi menyesal setelah saya membaca postingnya mas Ferli. 
>
>Berdasarkan postingnya Mas Ferli  saya menjadi tersadarkan bahwa apa yang saya 
>kemukakan di posting terdahulu yang menyertai penampilan Si Pabusacilat telah menjadi 
>menjadi masalah dan justru tidak menyelesaikan masalah yang sekarang dihadapo ileh 
>bangsa ini.
>
>Saya mohon maaf, karena saya telah dibutakan oleh konsep mayoritas dan minoritas, 
>khususnya dalam persoalan keadilan. Untuk itulah untuk menghapus kesalahan ini saya 
>menyatakan bahwa Posting saya terdahulu dianggap tidak pernah ada, karena merupakan 
>posting yang bernada pembusukan. 
>
>Saya tidak akan mengulangi posting-posting serupa dimasa yang akan datang.
>
>Mas Ferli....
>anda telah memberikan butiran mutiara yang sangat berharga kepada saya. Anda telah 
>membuka wawasan kebangsaan saya, dan anda telah menyadarkan saya tentang 
>pandangan-pandangan saya.
>
>Posting yang anda sampaikan sungguh sangat berharga bagi perkembangan intelektualitas 
>saya dan emosi saya. Memang saya menyadari bahwa posting yang saya sampaikan 
>terdahulu, semata-mata hanya untuk meng-counter posting yang disampaikan oleh Mas WAM 
>yang bernada sektarian. Ini hanyalah penilaian saya yang mungkin saja salah.
>
>Dengan adanya posting seperti yang disampaikan oleh Mas WAM tersebut, saya memjadi 
>terpacu untuk mencoba melakukan oto kritik terhadap keimanan kita (yang muslim itu). 
>Saya salut kepada rekan-rekan yang telah Mas Ferli sebutkan seperti Mas Martin, Mas 
>Hestu, Mas Yap, Mbah Soel tak terkecuali Mas Ferli sendiri.
>
>Mereka-mereka ini telah memberikan wawasan yang jujur dan tidak berpihak. Dan inilah 
>yang perlu selalu diupayakan agar kita memperoleh wawasan yang lebih luas dalam 
>rangka membangun indonesia baru.
>
>Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada 
>teman-teman yang telah terusik rasa keimanannya sebagai akibat posting saya yang 
>vulgar tersebut.
>
>Hormat dan sayang saya
>PABUSACILAT
>masih tetap dengan e-mail gratisan. 
>--
>
>On Thu, 17 Feb 2000 08:35:29   Ferli Iskandar wrote:
>>Met jumpa lagi Mas Marto Ember,
>>
>>Mbales ni ye ... hehehe ...
>>Orang lagi ngelawak koq dibilang marah2 ... ayo dong, yg orisinil dong ...
>>hehehe
>>
>>Lho, koq pergi lagi? Cepet amat ...
>>
>>-----Original Message-----
>>From: Marto Blantik [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>>Sent: Wednesday, February 16, 2000 8:10 PM
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Re: [Kuli Tinta] Mari ketawa untuk posting nggak mutu kayak
>>gini
>>
>>
>>Waduh anda kok marah-marah begitu. Come on!!! Baru saja dibilang sama che
>>kemarin, ' jaga perasaan umat Islam', ternyata sekarang
>>muncul disini. Santai saja euuy, itu semua khan hanya interpretasi. Dan
>>sekarang interpretasi anda sedang diuji lho. Kalau enggak
>>kuat ya bisa emosi. Sudah ah aku enggak mau ikutan sampai disini saja.
>>
>>> > From: Ferli Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>
>>> > Subject: [Kuli Tinta] Mari ketawa untuk posting
>>> > nggak mutu kayak gini
>>> >
>>> > Ketawa tapi serius yah. Maksudnya harus habis2an
>>> > ketawanya ;).
>>> >
>>> > Gini. Tadinya saya pikir ketegangan di milis ini
>>> > bersumber dari kecurigaan
>>> > antar muslim dan nasrani, tapi sekarang saya
>>> > meragukan ini.
>>> >
>>> > Mereka yg perspektif nasrani-nya kental spt Bung
>>> > Martin, atau Bung Hestu,
>>> > atau Bung Jan Mamarimbing, cenderung punya
>>> > penilaian2 yg adil dan jujur
>>> > terhadap kaum muslim. Salah paham sedikit tidak
>>> > mengapa, tapi saya sungguh
>>> > menghargai itikad baik yg tampak dalam posting2
>>> > mereka.
>>> >
>>> > Tapi ada posting2 dari mereka yg identitasnya tidak
>>> > jelas yg vulgar dan
>>> > memojokkan kaum muslim. Tadinya saya pikir mereka
>>> > adalah kaum nasrani, tapi
>>> > ternyata rata2 mengaku sbg 'Islam abangan'. Saya
>>> > sendiri adalah 'Islam
>>> > abangan' dlm arti sholat saya masih jarang2, puasa
>>> > romadlon satu dua hari
>>> > suka batal, suka memberi ucapan selamat Natal kepada
>>> > sahabat2 saya yg
>>> > nasrani, tapi minimal saya masih merasakan
>>> > keterikatan psikologis dengan
>>> > kaum muslim. Kalau 'Islam abangan' dalam arti
>>> > memojokkan kaumnya sendiri spt
>>> > yg tampak dalam posting2 dgn identitas tidak jelas
>>> > itu, saya bener2 nggak
>>> > ngerti gimana proses seseorang yg bisa berbalik
>>> > kepemihakan spt itu. Kenapa
>>> > nggak keluar aja dari pengakuan Islam-nya?
>>> >
>>> > Terus saya pikir mereka sebenernya orang nasrani
>>> > juga (karena tampak simpati
>>> > kepada kaum nasrani), yg cuma mengaku-aku muslim.
>>> > Tapi lagi2 saya jadi
>>> > meragukan ini. Soalnya, dgn posting2 spt itu, jika
>>> > benar mereka membela kaum
>>> > nasrani, maka kaum nasrani sendiri yg rugi. Sama
>>> > sekali nggak ada manfaatnya
>>> > mengungkit-ungkit, memprovokasi (spt yg diakui oleh
>>> > Mas Njing eh Pabu itu
>>> > sendiri), menyebarkan kecurigaan, melecehkan kaum
>>> > muslim, karena akibatnya
>>> > bukanlah kaum muslim jadi lemah rasa identitasnya,
>>> > tapi malah sebaliknya,
>>> > memperkuat 'sense of identity' 
>
>
>Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at 
>http://www.eudoramail.com
>
>- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
>-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at 
http://www.eudoramail.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke