Ketawa tapi serius yah. Maksudnya harus habis2an ketawanya ;).
Gini. Tadinya saya pikir ketegangan di milis ini bersumber dari kecurigaan
antar muslim dan nasrani, tapi sekarang saya meragukan ini.
Mereka yg perspektif nasrani-nya kental spt Bung Martin, atau Bung Hestu,
atau Bung Jan Mamarimbing, cenderung punya penilaian2 yg adil dan jujur
terhadap kaum muslim. Salah paham sedikit tidak mengapa, tapi saya sungguh
menghargai itikad baik yg tampak dalam posting2 mereka.
Tapi ada posting2 dari mereka yg identitasnya tidak jelas yg vulgar dan
memojokkan kaum muslim. Tadinya saya pikir mereka adalah kaum nasrani, tapi
ternyata rata2 mengaku sbg 'Islam abangan'. Saya sendiri adalah 'Islam
abangan' dlm arti sholat saya masih jarang2, puasa romadlon satu dua hari
suka batal, suka memberi ucapan selamat Natal kepada sahabat2 saya yg
nasrani, tapi minimal saya masih merasakan keterikatan psikologis dengan
kaum muslim. Kalau 'Islam abangan' dalam arti memojokkan kaumnya sendiri spt
yg tampak dalam posting2 dgn identitas tidak jelas itu, saya bener2 nggak
ngerti gimana proses seseorang yg bisa berbalik kepemihakan spt itu. Kenapa
nggak keluar aja dari pengakuan Islam-nya?
Terus saya pikir mereka sebenernya orang nasrani juga (karena tampak simpati
kepada kaum nasrani), yg cuma mengaku-aku muslim. Tapi lagi2 saya jadi
meragukan ini. Soalnya, dgn posting2 spt itu, jika benar mereka membela kaum
nasrani, maka kaum nasrani sendiri yg rugi. Sama sekali nggak ada manfaatnya
mengungkit-ungkit, memprovokasi (spt yg diakui oleh Mas Njing eh Pabu itu
sendiri), menyebarkan kecurigaan, melecehkan kaum muslim, karena akibatnya
bukanlah kaum muslim jadi lemah rasa identitasnya, tapi malah sebaliknya,
memperkuat 'sense of identity' dan membangunkan naluri 'siaga perang'
terhadap 'kaum nasrani' (jika ini kesan yg hendak diwakili oleh posting2
tidak jelas itu). Kalau kita bersetuju utk pake logika 'kuat-kuatan',
believe me, cara2 spt ini merugikan kaum nasrani sendiri. Bila ketegangan
ini semakin runcing dan akhirnya meledak menjadi perang beneran antar agama
di seluruh Indonesia, gampang diperkirakan pihak mana yg bakal 'habis' ...
Saya percaya saudara2 saya kaum nasrani jauh lebih cerdas dan hati2 untuk
bisa menahan diri dari melakukan provokasi spt itu. Mungkin ada sedikit rasa
puas karena Anda merasa unek2 Anda terwakilkan oleh posting2 vulgar itu, itu
bisa saya pahami. Tapi mohon pertimbangkanlah konsekuensi jangka panjangnya.
Alternatif penjelasan terakhir atas posting2 vulgar itu adalah, mereka bukan
wakil kaum muslim abangan, bukan juga wakil kaum nasrani. Sepanjang
pengamatan saya - semoga keliru - posting2 itu dari mereka yg sedang
mengalami krisis kepercayaan kepada agama, atau yang cenderung kepada sikap
anti agama. Untuk mengatakan bahwa mereka sedang mencoba mengadu domba kaum
muslim dan nasrani mungkin terlalu jauh, tapi setidaknya itulah efek yang
terjadi: perpecahan.
Karena itulah penting bagi kita untuk merasa yakin bahwa posting2 yg masuk
adalah posting2 yg bertanggung jawab. Untuk dibikin moderated mungkin
terlalu merepotkan, tapi ada jalan tengah: biarkan anggota milis dari alamat
yg jelas memposting tulisan mereka secara bebas, tapi bagi anggota yang
menggunakan alamat gratisan, tidak diperkenankan posting, hanya membaca
saja.
Bagaimana?
Salam,
Ferli
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!