Dalam Kongres PDIP yang lalu, muncul berbagai inovasi unik yang bisa membuat
kita ngakak. Antara lain penemuan brilliant cara voting. Bukan dengan kartu
suara, bukan dengan duduk-berdiri, bukan pula dengan mengacungkan tangan. "
Siapa yang meninggalkan ruang berarti mendukung ibu Mega! , Keluar! Keluar !
Yang duduk berkhianat terhadap Ibu Mega!".  Dihitunglah hasilnya : Yang
keluar setuju Formatur Tunggal. Yang duduk didalam berarti tidak setuju.
Mega pun diam emas, tidak peduli banyak yang gemas....

Jika anda pendukung PDIP atau simpatisannya anda mungkin tersipu dan
bersedih hati. Tapi bila seperti saya,  anda mungkin ngakak terus membaca
buletin Detak 4 April. Isinya muntahan kekecewaan orang PDIP sendiri pada
PDIP. Anda bisa ngakak terhadap KKN Mega yang takut suami kecewa. Anda bisa
ngakak terhadap bermacam-macam cara bagaimana orang-orang "lumayan"
ditendang keluar. Misalnya Eros yang diasingkan, Dimyati yang dianggap orang
kusta, Buchori, Meliono, Laksamana Sukardi, Cornelius lay, dsb. Tapi saya
amat yakin, seperti banyak diantara anda, mereka itu masih tetap setia pada
duli sri ratu junjungan suci Megawati nan Sukarno Putri. Dia tidak salah,
yang salah adalah para pembisiknya, lingkungannya ! Ya kalau saya akan
ngakak lagi, lha wong nggak percaya pada duli-duli baginda seperti itu.
Paling-paling cuma ngeri kalau perempuan yang saya kira merasa punya hak
suci dari langit itu ditakdirkan naik tahta ! ( Lihat ! Ibumu telah berdiri
disini....).

Anda bisa baca: "Dari Partai Rakyat menjadi Partai Mega! " : Bagaimana
Taufik kemas / Theo Syafei menang telak. Juga , Berbagai omelan Eros Jarot
pulang dari tangisan di makam Bung Karno.  Bagaimana Gus Dur yang salah
baca, gagal total menitipkan Bondan , yang berakhir kandas..." Kelucuan
Demokrasi model PDIP". "PDIP menabur angin, Megawati Menuai Badai". , dll,
dll.

Yang ingin saya ketahui, tapi tidak saya dapatkan adalah alasan logika
 kalau ada) kenapa PDIP dalam Kongresnya telah menetapkan untuk tidak setuju
pemilihan presiden secara langsung. Apa Mega ( yang kurang pintar) mulai
tidak percaya pada orang2 pintar seperti Gus Dur. Apa sama sekali tidak
percaya diri. Atau karena tidak mau berpindah dari andalan utamanya : Ngamuk
! ( bila gagal).

Mendingan masuk PKB aja deh! . Yang lain apa , ya?. Partainya Sudrajat dan
Sutradara Ginting ? Barangkali  ya masuk barisan ngamuk aja deh! Asli
kerakyatan.

Wassalam
Abdullah Hasan.
( sampai kehabisan airmata karena ngakak terus)


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke