On Thu, 6 Apr 2000, che wrote:
> Hari ini laskar jihad demo di depan istana sambil membawa parang.
> Mereka minta ijin mau perang di ambon. Sudah lama tidak dengar kabar
> perang di ambon, eh ini mau berangkat perang.
WAM:
Pembunuhan di Ambon masih terus saja berlangsung, jika anda mampu membaca
koran. Tidak dengar kabar, karena tidak banyak media yang mau
memberitakan.
> Indonesia pasca orba ternyata menyisakan banyak sekali trauma serta
> tradisi militer. Hampir semua ormas, parpol sekarang ini punya
> pasukan militer swasta. Mulai dari bansernya NU,PPP, pasukan Jogoboyo
> PDIP, jago silatnya FPI, pendekar bantennya Golkar, pasukan pengaman
> PAN, pemuda pancasila, laskar itu, milisi anu, dstnya dengan segala
> atribut pakaiannya, belum lagi pam swakarsa, ratih, serta hansip.
WAM:
Adakah mahasiswa yang berani demo mengkritik tentara swasta ini?
Dalam hal beginian, mahasiswa mandul! Mereka tidak berani mengkritik
partai, kecuali partai Golkar.
deleted
> Sejarah katanya selalu berulang, dan rasanya kita sedang mulai
> mengulangi sejarah saat orde lama. Dulu PKI minta ada angkatan ke 5
> yakni buruh dan tani dipersenjatai. Sekarang ternyata angkatan ke 5
> itu sudah ada, dan sepak terjangnya sungguh menakutkan. Orang bijak
> selalu bilang belajarlah dari sejarah, dan kita betul-betul belajar
> sejarah sampai tuntas-tas, dan mengulanginya dengan sungguh-sungguh,
> sehingga prestasinya melebihi pendahulunya.
WAM:
Lasykar Jihad tidak perlu dan tidak akan ada kalau presiden RI tidak
konyol. Dengan kekonyolan orang ini, lasykar seperti itu akan tumbuh
subur. Dan pada saatnya akan banyak orang yang mendukung. Termasuk saya.
Selesaikan masalah Ambon segera, maka lasykar-lasykaran tidak akan laku.
Dan saya juga nggak ada minat untuk mendukung berdirinya kelompok macam
itu.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!