From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
: Wah repot juga ya negara yang Kejaksaan dan Mahkamah
: Agungnya tidak memiliki integritas. Bahkan MA telah
: memunculkan keputusan aspal dan rekaman yang
: menghebohkan. Pemecatan pelaku sebenarnya hanya akan
: mengurangi rasa sakit.

Seperti di Tempo (bukan di Tekad) telah dijadikan headline,
Mafia Agung.....
yang sedang berlindung dari gelombang perubahan,
dibalik undang-undang yang telah dibikin sejak orba..

Dari institusi hukum kita yang sudah mulai berubah,
cuma MA inilah yang masih alot....
karena juga banyak ahli hukum yang pantas duduk di sana,
tidak mau repot-repot berjuang untuk itu,
atawa diem-diem menunggu telpon dari istana....
yang muda-muda lah (yang semestinya agak kurang pamrihnya),
yang harus selalu berteriak.....
 
Bagaimana dengan ide fit and proper test untuk para calon hakim agung,
juga hakim agung yang ada sekarang..
apa ganjalan untuk ide yang sangat masuk akal ini ?

Pan mustinya untuk menyapu agar bersih,
harus menggunakan sapu yang bersih.....

: Belum lagi KKN Hakim dengan Pembela sehingga memunculkan
: isu hakim asing dan semboyan Maju Tak Gentar Membela
: Yang Bayar..

Memang semestinya masih harus ada kualifikasi lagi,
fit and proper test lagi......
bagaimana dengan kredibilitas, kapabilitas dan akseptibilitas
orang-orang hukum dan yang mengerti hukum dari kampus-kampus
dari seluruh indonipunsia ?

: Lalu dari mana kita harus memulai kalau tumpuan utama
: untuk mewujudkan Indonesia Baru seperti itu ?

Dari fit and proper test tadi akan ketahuan nilai seseorang,
dan masing-masing dapat nilai A, B, C, dst....
tinggal sampai seberapa jauh kita bisa menerima dan membersihkan si sapu
tadi.

Kemudian tentang si kejagung,
semua orang tahu secara institusi, kejagung juga merupakan sarang tikus dan
sapu kotor,
Yang diharapkan dengan masuknya Marzuki,
yang mungkin hampir tidak akrab dengan prosedur kejaksaan,
(mungkin tidak pernah menyidik, disidik, menyidang dan disidang),
moral dan idtikad baiknya sudah mencukupi....

Sayangnya Marzuki lebih banyak menggunakan jurus diplomasinya,
kurang nyali, kurang kedalaman teknis, 
dan lebih banyak berdiplomasi...
dengan menciptakan alasan dan peristiwa
untuk membela diri....
dengan harapan tetep jadi menlu.....

Marzuki oh Marzuki.......

Sapu mana lagi yang masih bersih ?


Wass,

=====
= fabian bienjava =
= fabian - madani - madhani - madhangi - masyarakat =

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send online invitations with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke