Dari dulu, saya termasuk orang yang beranggapan bahwa ngatur negara (yang memuaskan semua golongan) adalah pekerjaan yang luar biasa sulit. Makanya, saya suka heran lihat orang yang seenaknya buka mulut mengeritik kebijakan pemerintah. Dan keyakinan saya terbukti saat ini. Gus Dur terpontang-panting berusaha menyenangkan semua pihak, sampai kebijakan yang diambil pemerintahannya kelihatan mulai ngawur. 1. Kenaikan harga BBM. Saya berpendapat, kebijakan ini benar untuk dilaksanakan. Sebab, tiap tahun subsidi yang mesti dibayar amat besar. Belum lagi kesalahan penerima subsidi. Namun, akhirnya GD ngalah untuk menunda kenaikannya. Lihat apa efek pembatalan kenaikan harga BBM ini. Subsidi membengkak. Cuma omongan orang bento saja yang bilang negara kita kaya minyak, maka sewajarnya kalau minyak murah di sini. Memang semua minyak itu mau diminum sendiri apa? Dari mana kita dapat devisa kalau semua minyak dipakai di sini? 2. Kenaikan tunjangan struktural pejabat. Buat saya, ini adalah blunder terbesar GD. Lebih dari itu, kebijakan ini menunjukkan tidak adanya kepekaan sosial GD dan jajaran pemerintahannya. Adalah hal yang predictable bahwa sekali tunjangan itu dinaikkan, akan muncul tuntutan dari segala penjuru untuk menerima kenaikan serupa. Anehnya, semua tuntutan itu berusaha dituruti pula. Dari mana duit yang akan dipakai? Kenapa tidak diumumkan secara luas bahwa kenaikan tunjangan struktural yang ngawur itu dibatalkan? Terakhir, ada berita pejabat Korpri akan mendapat tunjangan pula. Wis jan, ngawur tenan si Gus ini. Memangnya Korpri itu punya hubungan apa sama negara? Saya setuju dengan omongannya Sutarjo Suryoguritno (yang ini orang PDI-P!), apa nggak nantinya Dharma Wanita, LSM, Parpol juga minta dikasih tunjangan? Saya juga anggota Korpri. Dan sempat meledek pembesar Korpri di kantor saya (yang balik misuh-misuh dengan mengatakan _itu cuma pepesan kosong doang_). Itu adalah politik belah bambu. Mau memecah belah antara pembesar Korpri dengan anak buahnya. Yang mestinya dilakukan adalah, batalkan semua kenaikan tunjangan jabatan. Kalau mau naik, ya naik barengan semua PNS. Presiden pun jangan seenak wudelnya minta naik gaji. Lha negara kita lagi sempoyongan gini kok minta naik gaji gede. - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
