Seingat saya, berdasar yang tersiar oleh media masa, Rm
Mangun tidak gigih dalam masalah Timtim. Justru
sebaliknya, sekali ia menulis surat terbuka pada
Presiden Habibie agar Timtim dilepas saja.
Argumentasinya sih sederhana yaitu latar belakang
sejarah Timtim berbeda. Surat terbuka itu beredar luas
di internet dan dimuat di Kompas. Setahu saya sih
beliau gigih sekali di Kedung Ombo. Beberapa kali dalam
penyamaran untuk masuk kesana hampir saja ia terbunuh
oleh tentara. Jadi, meskipun Kristen dan mayoritas
Timtim adalah Kristen, Rm Mangun justru menganjurkan
agar Timtim dilepas oleh Indonesia. Beberapa Biarawan
dan Biarawati Indonesia yang terbunuh di Timtim juga
tidak mengundang reaksi keras sdr/i kita umat Kristen.

Bagaimanapun juga Timtim adalah serangan telak terhadap
performance Presiden Habibie. Masih ingat wanita Timtim
yang berbicara di MPR itu? Pakah Hasan benar sekali
bahwa sebenarnya pemilihan presiden yang sesungguhnya
seperti pernah saya tulis adalah pada saat penolakan
atau penerimaan pidato pertanggungjawaban itu. Meskipun
data-data berlepotan namun yang paling erat adalah
masalah Timtim itu. Bahkan ketika sebelum sidang ada
wakil masyarakat Timtim pro integrasi yang datang ke
fraksi PDIP. Ketika keluar dan diwawancara oleh
wartawan mereka mengatalkan bahwa Presiden Habibie
pernah mengatakan setanpun tidak mungkin menurunkan
Merah Putih dari Timtim ketika menanggapi keinginan
mereka untuk tetap bergabung dengan RI sebelum jajak
pendapat berlangsung.

Disamping itu, ini yang penting, Timtim menjadi bagian
dari NKRI dengan TAP MPR. Bagaimana mungkin Presiden
membuat opsi menawarkan kemerdekaan yang berakibat
lepasnya Timtim tanpa Tap MPR?  Harap diingat
kronologis keputusan itu.

Pak Hasan.
Mengenai Ketua MPR yang dibanggakan Pak Hasan karena
keberaniannya untuk menentang Presiden ya itu hak Pak
Hasan. Namun saya berbeda dengan Pak Hasan karena
referensi saya terutama ketika saya membandingkan
ucapan-ucapan dia pada saat awal PAN berdiri dan saat
PT terbentuk. Disalah satu milis ia memperoleh sebutan
Baling-Baling yang Berputar diatas bukit. Masih ingat
ketika ia kampanye di UI dan mentakan bahwa feodalisme
Yogya juga nanti akan dihilangkan. Ketika di rakorbang
DIY saya memancing beberapa camat, bupati, dan karyawan
pemda untuk menanggapi ucapannya itu, mereka
berkomentar singkat :"wislah wong kae ora susah
dirungokke..."   Biarlah waktu yang nanti
menjelaskannya. Kita masih akan berteman di Net dengan
nama yang sama bukan? Jadi, saya sabar menunggu koq
pak....

Mungkin saya termasuk dalam pencandraan ngeres itu,
namun saya tidak pernah mempunyai pikiran bahwa AR
bakal menjadi presiden meskipun dia berambisi. Tahun
lalu PAN bisa meraih 7% namun dalam pemilu yad saya
memprediksi kurang dari itu. Alasan saya sederhana
saja, semakin banyak ia ngomong dan berkomentar maka
akan semakin kelihatan ia.

salam

----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, April 16, 2000 3:42 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Reaksi Berlebihan( sisi
TIMTIM)


Bung Aswat,
Pada mulanya memang cuma desakan dan kampanye saudara
saudara kita yang beragama Kristen. ( Ingat kegigihan
Romo Mangun ).
Akhirnya sukses besar, merdekanya TIMTIM  jadi desakan
dunia.
Habibie yang mungkin sudah sebel ( seperti saya juga
dan banyak
kalangan Muslimin ) cuma memberikan apa yang diminta
dunia. Itupun
tanpa melangkahi MPR ( tolong dijelaskan bab mana
melangkahinya).

Bab yang mendukung dan menolak pertanggung-jawaban
bukan
soal TIMTIM. Malahan bukan lagi soal performance
kepresidennannya.
Itu cuma soal politik : apa dia boleh berlaga kembali
untuk bisa
dipilih sebagai presiden ?

The idea behind ? Jelas ada. Dan memang harus
dipikirkan dan
dimengerti. Yang berpikir lempeng berpikir : Itu adalah
oposisi
yang sehat. Itu adalah peringatan bagi presiden yang
sekarang,
bahwa jaman presiden lama-lama , jaman bisa berbuat apa
saja tidak ada lagi . Insyaallah. Presiden bisa
dijatuhkan, kalau
tidak perform, kalau tidak kerja betul, kalau tidak mau
repot-repot,
Kalau tidak serius.
( kata AR : urusan 200 juta orang harus pakai repot.
Jangan
sa enaknya saja. Sayapun bangga punya ketua MPR yang
tegas
dan tidak takut pada presiden yang diberi mandat itu ).

Yang berpikir ngeres dan kuno akan berpikir : Kok ada
ya yang
tidak seirama dengan presiden yang sudah terang
bijaksana dan
betul itu , ya ? Pasti dia kepingin jabatan presiden !
Mereka itu
cuma mengacau. Dibayar berapa ya ?

Payah deh kalau kita mau seperti itu terus-terusan.

Wassalam
Abdullah Hasan.




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke