----Original Message Follows----
From: che <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] AR baru saja
Date: Mon, 17 Apr 2000 19:21:03 -0700 (PDT)

Lambangnya simbah itu masih kurang. Bagaimana dewa itu berpijak ke
bumi tidak dilambangkan. Padahal si Syiwa itu khan suka naik sapi.

----------------------------------
ah mbak che ini,
kan sudah disebutkan bahwa dalam perjanjian perlombaan
lari di atas air laut itu tanpa alat bantu. ya walaupun
btr. guru itu lumpuh, terpaksa turun dari lembu eh... sapi
betina tunggangannya, Nandhini atau Andini. soal dia menapak
ke bumi, masalah kecil.. wong dewa je.yang jadi masalah kan
kalau dia berjalan atau berlari, nggak bisa dengan kaki-2 nya
yang seperti menderita polio itu. lagian kalau lambang terlalu
lengkap dan detail, kan menutup kemungkinan inoasi, kreasi,
persepsi, asosiasi dan asepsi?

baiklah, kalau mau tahu lambang andhini, nah bagaimana dengan
cerita berikut?

Tersebutlah di lereng Gunung Semeru, ada seorang petani bernama
Ki Lembu Rekso. Dia terkenal karena memiliki sapi betina berwarna
keemasan. Dia juga banyak akal untuk menarik perhatian, terutama
demi keuntungan sendiri. Dia siarkan bahwa sapinya adalah sapi
ajaib, yang suatu waktu kelak akan mampu memimpin manusia menuju
kesejahteraan. Langkah pertama, sapi itu dia beri nama Nandhini
(orang kampung sering salah ucap menjadi Nandhingi).

Kemudian dia provokasi terus ke masyarakat kampung. Dia sambung
tanduk sapi betina yang sebenarnya pendek itu dengan logam keemasan,
punggungnya sering dia beri beludru merah darah. Juga sangat rajin
dia membersihkan kotoran dan kencing sapi, dia ganti baunya dengan
asap pedupaan. Lama-lama berhasil, karena banyak orang berdatangan
memberikan sedekah yang dia lemparkan begitu saja di lantai kandang
Nandhini.

Sebetulnya si Nandhini ini sadar juga bahwa dia dimanfaatkan.
dia mau menegur tuannya, apadaya tuannya tidak faham "bahasa sapi".
hanya lama-lama memang Ki Lembu Rekso faham dengan kebisaan-2
sapi betina kesayangannya. Lama-lama tahu juga dia bahasa sapi.
Sayang kala itu, Nandhini mulai juga terbius dengan "suara-2"
pengunjung dan pemujanya, yang menyebut-nyebut dia bakal memimpin
dunia (pewayangan). Akhirnya segala jenis sesaji, bukan lagi
kehendak Ki Lembu Rekso, melainkan datang dari bahasa sapi.
Akhirnya, rusaklah tatanan masyarakat lereng gunung Semeru itu,
gara-gara memuja, atau menyembah seekor Lembu Betina. Dan ini
membawa pengaruh menjadi goro-goro yang mengguncang ketenteraman
Dewa Guru di Jonggring Salaka.

Melalui mata ketiganya, dia tahu bahwa di bagian dunia Lereng
Semeru terjadi pemutar balikan tatanan kemanusiaan, menjadi
daulah Lembu Betina. Karena Dewa, dia bisa membaca pikiran Nandhini,
yang mendambakan kekuasaan dunia. Dia lantas menengok kakinya yang
lumpuh, kemudian berkhayal seandainya dapat selalu bertengger
di punggung Sapi Makmur berbeludru merah darah itu. Maka dia panggil
8 bidadara untuk membawa Nandhini ke kahiyangan, dengan satu perintah
harus berhasil!

Namun ke-8 bidadara itu tak ada yang sanggup. Dengan berbagai cara,
tidak berhasil. Dengan propaganda bahwa lembu itu hanyalah sapi,
tidak berhasil, rakyat tetap memujanya. Kandhang-nya di rusak.. tetap
saja segera diganti baru, wong sudah banyak hasil sedekah dan sesaji
dari para kawula.

Yang jadi kunci adalah hubungan batin yang kuat antara Lembu Nandhini
dengan Ki Lembu Rekso. Ini yang tidak mungkin diputus oleh ke-8
bidadara yang selama itu belum berani menampakkan diri, karena tujuan
utamanya adalah menculik Nandhini.

Akhirnya, mereka menampakkan diri dan meminta Ki Lembu Reksa sekalian
ikut ke kahiyangan. Ki Lembu Rekso memilih tetap tinggal di dunia
bersama Nandhini, karena merasa lebih terhormat menjadi tuan daripada
pujaan rakyat. Karena tidak sabar dan ingat akan perintah raja dewa,
HARUS BERHASIL, maka bidadara yang sulung segera mengeluarkan kekuatan
nya membunuh Ki Lembu Rekso, dan secara pakasa Nandhini diboyong ke
Kahiyangan.

Dewa Guru senang mendapat tunggangan. Namun sial bagi 8-bidadara.
karena membunuh Ki Lembu Reksa, maka tanggung renteng mereka
dikutuk, HARUS LAHIR SEBAGAI MANUSIA!. Sementara itu terjadi
dialog batin antara Dewa Guru dan Nandhini, yang akhirnya berkeputus-
an, Nandhini berhak tinggal di kahiyangan dengan sifat-sifat kedewaan
yang antara lain, dapat sakit tapi tidak mati, berhak ikut memerintah
manusia bersama dewa guru, tanduk emas palsu menjadi asli dsb. dsb.
dengan satu syarat, harus rela kemanapun pergi mengusung tubuh
dewa guru yang lumpuh. Juga dia lupa untuk mampu berbicara dalam
bahasa manusia... sehingga sampai sekarang Nandhini ini, tidak pernah
kedengaran suaranya.. wong bahasa sapi je.. hahaa...

pareng rumiyiiiin....
mo nguplek lagi di depan microscop...


mBah Seoloyo
moderator ML wjseto:
subscribe: [EMAIL PROTECTED]
HTTP://io.spaceports.com/~wojoseto

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke