Bung Yap:

>Menurut feeling saya, baik Laskar Jihad, FPI, Forkot maupun Famred sama 
>sama ada yang membuat skenarionya, ada produsernya, dan pentas itu adalah 
>hasil kerja keras sekelompok orang dibalik layar dengan anggaran biaya yang 
>tidak kecil. Penggerakan massa, apalagi pakai seragam khas dan akomodasi, 
>terlalu spektakuler untuk dibilang spontanitas. Makanya polisi ketawa aja 
>melihat demo Laskar Jihad.

Polisi tidak ketawa, Bung Yap. Polisi takut! Iya, lambannya polisi
menangani Laskar Jihad adalah karena mereka takut dituduh
membuat Tragedi Priok babak Dua. Polisi baru berani bergerak
setelah Kedutaan Palestina protes akibat penggunaan simbol-simbol
Arab dan Timur Tengah yang tentunya merusak perjuangan bangsa
Palestina. Seperti kafiyeh/ tutup kepala ala Yasser Arafat yang
digunakan beberapa preman eh... mujahidin tsb.

>Lain lagi dengan demonya Forkot dan Famred. Nampaknya
>mereka nggak punya dan nggak diberi akses untuk berdiskusi dengan penguasa, 
>jadi mereka mainkan skenario frontal. Makanya polisi perlu menyiapkan bom 
>air dan gas air mata. Itu cuma beda lakon, dan membuat politik semakin 
>memuakkan!

Demo Forkot cs memang dibiayai, salah satu yang terlibat dari
militer adalah Djadja Suparman. Itulah sebabnya, para mahasiswa
yang berseberangan dengan gaya kasar Forkot (beberapa tokoh
utamanya adalah pengguna shabu-shabu) akan menggunakan gaya
lain yang elegant dan ngotak (menggunakan otak bukan otot)
yaitu_non_violent_direct_action. Motor penggerak FKSMJ dll
ini kabarnya adalah "musuh bebuyutan" Djadja, si pamen TNI AL
yang pasti wartawan sudah tahulah siapa dia, satu-satunya pamen
yang pernah jadi berita cuma dia doang. Dia sudah disuruh pensiun
oleh Gus Dur (masih letkol tapi disuruh keluar dari TNI) akibat
keasyikan main politik, so sekalian saja keluar dari militer dan
jadi sipil sejati agar politickingnya nggak mengganggu jalur
komando.

Non violent direct action tidak akan menggunakan pengerahan
massa/ demo sbg media mengeritik Gus Dur, namun akan
menggunakan media seni, spanduk, media cetak, well... kita
lihat sajalah apakah FKSMJ cs bisa dikendalikan dan masih
sanggup berpegang pada idealismenya sbg mahasiswa.
Yang bikin susah biasanya mahasiswa tingkat I dan II
yang sangat mudah dikompori dan masih "pang jagona"
gitu kata org Sunda, apalagi kalo lagi naksir cewek,
waduh, malah tambah bertingkah di depat aparat keamanan,
demi menarik perhatian sang gadis pujaan.


Bachtiar Waruno

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke