On Friday, April 21, 2000  "mBah Soeloyo" wrote:

> nah sekarang dasi unsur PBB terlihat upaya ingin membawa
> SU ke SI, dengan alasan yang jelas. GD dianggap tidak
> memenuhi tugas sebagai penjaga eh.. pengaman TAP MPR.
> jadi, mau kemana poros tengah? mau lebih ketengah lagikah?

Saya melihat komposisi Yusril, Hartono dan Ahmad Sumargono ini menarik.
Secara totalitas opini mereka mengesankan konsistensi yang lebih tangguh
daripada komposisi elit partai lainnya.
Dalam beropini mereka menyandarkan diri pada prinsip, bukan pamrih.

Di PAN saya melihat fenomena serupa pada diri Hatta Rajasa dan Faisal Basri.
Tetapi kesannya pendapat keduanya sering berseberangan.
Jadi kesannya kalau PBB membentuk pendapat kolektif, PAN malah
mendemonstrasikan one man show.

Lain lagi PKB. Mereka terlalu padu untuk sebuah partai, sehingga kesannya
taklid banget. Sehingga oleh AR dicap dukungan membabi buta. Padahal dengan
bahasa yang sama bisa saja PKB bilang, oposisi membabi buta pada AR.

Saya melihat PBB lebih punya prospek, tetapi sayang basis massanya nggak
besar. Kalau PBB dianggap reinkarnasi Masyumi, seharusnya dia akan menjadi
besar, karena kalau nggak salah pada Pemilu 1955 adalah peraih suara
terbesar. Kalau tidak salah.


yap



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke