Saya pikir ucapan GD itu ditujukan kepada para "pemuja"
setianya seperti PKB, Banser, atau Ansor yang melalui
wakil mereka menanggapi ucapan-ucapan AR seperti "akan
menurunkan AR", "menolak SI", "AR hati-hati dengan
ucapannya", dll.

Jadi, GD mengajak agar mereka "pemuja" setianya bisa
mengendalikan diri. GD bahkan mengucapkan bahwa NU
sudah biasa dicaci maki sejak dulu namun tidak pernah
bereaksi dengan kekerasan karena NU selalu sabar. Saya
jadi teringat betapa kelihatan nistanya GD pada saat
itu ketika sebagai ketua PB NU tidak diterima oleh
Presiden Soeharto karena rekayasanya untuk menggusur
beliau tidak berhasil. Bandingkan dengan situasi ketika
GD sebagai Presiden mengunjungi Pak Harto.

Yang aneh justru ucapan Akbar Tanjung yang mengatakan
bahwa hendaknya perseteruan antara GD dengan AR
diakhiri karena itu telah menyebabkan dolar terpuruk ke
8000. Seingat saya sih, GD tidak pernah merecoki
pekerjaan atau kinerja ketua MPR. Terkesan bahwa GD
hanya menanggapi dan tidak balik menyerang atas
serangan AR. Jadi, serangan itu hanya berasal dari satu
sisi (AR) sedang sisi yang lain (GD) bertahan.

��
(Mau dikatakan pemuja ya terserah deh.... demokrasi
koq, bebas!)



----- Original Message -----
From: Indra Bayu <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 24, 2000 3:58 PM
Subject: [Kuli Tinta] GD-Banser-AR


Bagaimana coba kalau ada yang mengartikan :
"Ooo... jadi mestinya memang marah-marah dulu...ok deh,
lain kali AR ngomong
kita marahin!"
Apa nggak perang kita?
Mestinya ngomong aja itu dalam kerangka demokrasi,
titik. Bumbunya itu
lho...
Atau memang Kompasnya aja yang agak kebangeten milih
judul?
--------------------------------------

Presiden Abdurrahman Wahid:
Jangan Marah kepada Amien Rais

Surabaya, Kompas
Senin, 24 April 2000

Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta warga
Nahdlatul Ulama (NU)
tidak marah-marah kepada Ketua Majelis Permusyawaratan
Rakyat (MPR) Amien
Rais karena berbeda pendapat dengan dirinya. Sebab,
perbedaan pendapat itu
masih dalam kerangka demokrasi.

"Kalau mau istighotsah, ya istighotsah saja. Tidak usah
marah-marah," kata
Gus Dur dalam acara Apel Nasional Banser Ansor dan
istighotsah di lapangan
Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Minggu (23/4).

---dipotong---

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta
www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!















- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke