Jurusnya masih yang lama, jurus Dewa Mabuk. Yang baru cuma korbannya.
Totokan maut itu kali ini menyambar leher putra Ibu, dan priyayi sebrang
lautan. Robohlah dua orang bagaikan gedebog pisang. Penonton, simpatisan dan
para sobat cuma bisa ternganga dan bengong. Paling banter cuma bisa ngomel
sedikit.
Kalau bisa dianggap lakon film silat, inilah saat nambah isi kopi yang
tinggal seperempat. Saat asyik debar menanti reaksi jurus balas kelompok
lawan. La wong cuma "Diam" kok ditotok ? Apakah jurus emas yang katanya
"berisi" itu akan pecah jadi bunyi ? Apakah ternyata memang tidak ada isi ?
Apakah ternyata memang benar bahwa mampunya memang cuma nggandul saja.
Sehingga kalau disikut tidak punya daya apa-apa ?
Apakah Sang Dewa Mabok mengantisipasi jurus "perempuan menunggu mangga
jatuhan " ?
Tolong sobat dan teman, minta pencerahan...
Wassalam
Abdullah Hasan.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!